Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

'INI Hak Saya untuk Bicara,' Rizieq Shihab Kembali Murka, Tunjuk Wajah JPU Bima Arya Dituding Bohong

Rizieq menanyakan motivasi dari Bima Arya membuat laporan polisi soal kasus dirinya di RS UMMI tersebut.

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Rizieq Shihab 

SRIPOKU.COM, JAKARTA, - Terdakwa kasus test swab palsu di Rumah Sakit UMMI, Bogor, Muhammad Rizieq Shihab (MRS) melayangkan banyak pertanyaan kepada Wali Kota Bogor Bima Arya saat sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Rabu (14/4). Rizieq menanyakan motivasi dari Bima Arya membuat laporan polisi soal kasus dirinya di RS UMMI tersebut.

Karena Rizieq merasa heran, Bima dan Satgas Covid-19 kota Bogor mengambil keputusan begitu cepat untuk menbuat laporan polisi padahal Bima baru dua hari mengunjungi RS UMMI. "Anda tanggal 26 anda datang, (tanggal) 27 anda datang ke Rumah Sakit UMMI, lalu 28 November sudah lapor polisi buat laporan. Lalu yang saya mau tanyakan kok apa yang anda motivasi kok bisa begitu cepat (buat laporan)?," tanya Rizieq Shihab dalam persidangan.

Padahal kata Rizieq dalam kurun waktu tersebut dirinya sedang melakukan perbincangan dengan para keluarga dan dokter RS UMMI. Terlebih kata Rizieq, hasil swab test dirinya di RS UMMI belum keluar mengingat harus diperlukan beberapa hari untuk mengetahui hasilnya.

Rizieq menyayangkan keputusan Bima Arya yang secara cepat membuat laporan tersebut. "Ini kan pembicaraan sedang berlangsung antara pihak anda sebagai wali kota sebagai satgas Bogor ini pembicaraan sedang berlangsung dengan RS UMMI," tuturnya.

"Sekarang hasilnya belum ada kepastiannya belum ada tiba-tiba di dalam pembicaraan ini sebagaimana tadi ditanyakan Habib Hanif saya punya menantu sudah lapor polisi," katanya.

Serta Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

"Saya minta dicatat, bahwa Wali Kota Bogor Bima Arya sekaligus Kepala Satgas COVID-19 di pengadilan yang mulia ini telah melakukan kebohongan di atas kebohongan. Terima kasih," kata Habib Rizieq dengan nada tinggi.

Jaksa penuntut umum kemudian menyela pernyataan Habib Rizieq itu. Habib Rizieq pun semakin marah. "Cukup, jaksa penuntut umum. Ini hak saya bicara. Cukup," teriak Habib Rizieq sembari menunjuk-nunjuk jaksa.

Bima Arya, yang duduk sebagai saksi tampak mengangkat tangannya. Sementara Habib Rizieq masih terus berbicara dengan nada tinggi. "Anda memidanakan. Pasien dipidanakan. Anda ini melakukan kriminalisasi pasien, kriminalisasi RS. Anda yang memidanakan. Jadi saya berhak membela diri karena saya yang akan dipenjara, bukan anda," kata Habib Rizieq lagi masih dengan nada tinggi.

Majelis hakim kemudian berusaha menenangkan. "Saudara terdakwa sabar ya. Saksi sabar, penuntut umum sabar," kata hakim.

Halaman
123
Editor: Wiedarto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved