Puasa Ramadhan 2021

Orang yang Terkena Covid-19 Saat Ramadan, Sebaiknya Puasa atau Tidak? Ini Jawaban MUI dan WHO

Apa yang harus dilakukan apabila kita terinfeksi Covid-19 di bulan puasa? sebaiknya puasa atau tidak ini penjelasan MUI dan WHO.

Editor: pairat
SRIPOKU.COM/SUDARWAN
Sejumlah karyawan mengikuti rapid test virus corona atau covid-19 yang digelar oleh sebuah perusahaan di Palembang, Sabtu, 30 Mei 2020. 

SRIPOKU.COM - Kondisi Ramadan 2021 hampir sama dengan Ramadan 2020 tahun lalu, yakni masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19.

Tak hanya pada hari-hari biasa, di momen Bulan Suci Ramadan pun Kita masih tetap mentaati protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah.

Terlebih, pada saat Bulan Puasa ada banyak kegiatan ibadah yang biasa dilakukan, salah satunya adalah melakukan salat tarawih berjemaah di masjid.

Untuk itu kita disarankan untuk melakukan perlindungan ekstra supaya terhindar dari infeksi Covid-19.

Beragam cara untuk meningkatkan imunitas bisa kita lakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga, dan istirahat cukup.

Namun, apa yang harus dilakukan apabila kita terinfeksi Covid-19 di bulan puasa nanti?

Puasa
Puasa (Sripoku.com)

Baca juga: Apakah Mimpi Basah di Siang Ramadhan Bisa Membatalkan Puasa? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Melansir Kompas.com pada Jumat (24/04/2020), WHO telah memberikan pendoman berpuasa di tengah kondisi pandemi.

Bagi orang yang merasa sehat, mereka bisa berpuasa seperti biasa dengan tetap menjaga imunitas tubuh.

Namun, bagi orang yang terinfeksi Covid-19, WHO menyarankan untuk memerhatikan ketentuan agama dan berkonsultasi dengan dokter.

Di samping itu, WHO juga menyebutkan bahwa hingga pengumuman itu dirilis pada 18 April 2020, belum ada penelitian tentang puasa dan risiko terinfeksi Covid-19.

Sedangkan dilansir dari Grid.ID pada Sabtu (25/04/2020), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya menyatakan bahwa orang yang sakit karena terinfeksi Covid-19 boleh tidak berpuasa jika itu dianjurkan oleh dokter.

Tenaga medis merawat pasien Covid-19.
Tenaga medis merawat pasien Covid-19. (Tribunnews)

Baca juga: BOLEHKAH Niat Puasa Ramadhan Satu Bulan Penuh Dilafalkan Sekaligus, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Hanya saja, MUI Kota Surabaya menyarankan untuk melakukan puasa pengganti di lain waktu ketika sudah sembuh.

Ketua Umum MUI Kota Surabaya, Muhammad Munif, hal itu sesuai dengan fiqih umum.

Adapun orang-orang yang sehat tetap diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa sesuai dengan apa yang telah diperintahkan.

"Intinya tergantung saran dan anjuran dari dokter, kalau dokter sudah menyarankan tidak boleh puasa, ya jangan puasa dan wajib qadha nanti" pungkas Muhammad Munif yang dikutip dari Grid.ID.

Selain itu, WHO juga menegaskan agar kita tetap memerhatikan protokol kesehatan yang telah diberlakukan dengan menjaga jarak, memakai masker, dan sering mencuci tangan.

Artikel ini telah tayang di NOVA.id dengan judul Terinfeksi Covid-19 di Saat Ramadhan, Bolehkah Tidak Puasa? Ini Penjelasan Ahli

Baca juga: Bacaan Niat Sholat Witir 1 Rakaat, 2 Rakaat, 3 Rakaat, Baik Sendirian atau Berjamaah, Arab dan Arti

Baca juga: Lebih Baik Mana saat Ramadan, Mendahulukan Tahajud atau Sahur, Ini Jawaban Ustaz Adi Hidayat

Sumber: Nova
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved