Profil SK Trimurti, Wartawan Kritis yang Amat Ditakuti Kolonial Belanda

Selama berkarir di dunia jurnalis SK Trimurti bekerja untuk sejumlah surat kabar Indonesia di antaranya Pesat, Genderang, Bedung dan Pikiran Rakyat

Tayang:
Editor: aminuddin
bosscha
Surastri Karma Trimurti, pejuang yang bersenjatakan mesin tik 

Dalam pidato Soekarno, yakni bangsa Indonesia harus mulai bergegas untuk menerapkan anti imperialisme dan anti kolonialisme ini amat mempengaruhi jiwa SK Trimurti.

Hingga  akhirnya dengan tekad bulat dilepaskannya status sebagai guru negeri dan SK Trimurti memilih bergabung dengan Partindo cabang Bandung. 

Keputusan besar yang sangat ditentang oleh keluarganya.

SK Trimurti segera dikenal di kalangan jurnalistik dan anti-kolonial sebagai wartawan kritis.

Trimurti sering menggunakan nama pena Trimurti atau Karma untuk menghindari kembali tertangkap oleh Belanda.

Selama berkarir di dunia jurnalis SK Trimurti bekerja untuk sejumlah surat kabar Indonesia diantaranya Pesat, Genderang, Bedung dan Pikiran Rakyat.

SK Trimurti menerbitkan Pesat bersama suaminya, Sayuti Melik.

Namun ketika masa pendudukan Jepang, Pesat dilarang peredarannya oleh pemerintah militer Jepang.

SK Trimurti juga pernah diciduk dan ditawan oleh Belanda karena dianggap sebagai pihak yang membela Jepang.

Namun setelah Jepang benar-benar datang, SK Trimurti justru ditangkap Jepang karena dituduh anti Jepang.

Bukan cuma SK Trimurti saja, tetapi ada sosok inspiratif lainnya, yakni Roehana Koeddoes, yang ditahbiskan sebagai jurnalis perempuan pertama Indonesia.

Kemudian, Inggit Garnasih sebagai perempuan yang menginspirasi dan mendukung gagasan Bung Karno.

https://nova.grid.id/read/052641971/profil-sk-trimurti-dari-guru-jadi-jurnalis-perempuan-pertama-indonesia?page=all 
 

Sumber: Nova
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved