Breaking News:

Minimalisir Praktik Curang, Disdagperin Muba Terra Ulang Timbangan Pedagang Secara Langsung

Timbangan akurat wajib diterapkan pedagang, hal ini menjadi konsen Disdagperin Muba untuk mengedukasi pedagang di Bumi Serasan Sekate

sripoku.com/fajeri
Kepala Disdagperin Muba, Azizah, S.Sos, MT ketika mengecek salah satu timbangan milik pedagang. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Guna meminimalisir praktik curang dalam jual beli, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) bersama Tim Unit  Metrologi Legal melakukan peninjauan dan pengecekan sejumlah timbangan yang ada disejumlah pasar di Kabupten Muba.

Kepala Disdagperin Muba, Azizah, S.Sos, MT mengatakan dirinya  turun langsung bersama Tim Unit  Metrologi Legal melakukan kegiatan tera ulang alat ukur dan timbangan di pasar-pasar tradisional dan SPBU dalam wilayah Kabupaten Muba. Tujuan dilakukan kegiatan tersebut dalam meminimalisir praktek curang timbangan nakal.

“Ya, kegiatan yang kita lakukan dalam melaksanakan Undang- Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Surat Direktur Metrologi Kementerian Perdagangan No. 479.I/PKTN.4.1/SD/3/2021 tanggal 22 Maret 2021 tentang Program 3M (Masyarakat Melek Metrologi),”kata Azizah, Kamis (8/4/21).

Menurutnya, timbangan akurat wajib diterapkan pedagang, hal ini pula yang menjadi konsen Disdagperin Muba untuk mengedukasi para pedagang di Bumi Serasan Sekate. 

"Dalam mensosialisasikan Program 3 M kita melakukan pemasangan spanduk, banner dan stiker 3M di tempat-tempat yang strategis di pasar dan SPBU," ujarnya.

Dengan adanya spanduk dan banner tersebut, maka masyarakat luas dapat mengetahui dan mengenal metrologi dan memahami pentingnya pelaksanaan tera ulang guna menjamin perlindungan dan hak-hak konsumen. 

"Kita juga telah memerintah UPTD UML juga mensosialisasikan kewajiban setiap pelaku usaha yang menggunakan alat ukur, alat takar, timbang atau sejenisnya untuk melakukan tera ulang setiap satu tahun sekali. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi penyalahgunaan alat takar/timbangan yang dapat merugikan masyarakat/konsumen," ungkapnya. 

Pihaknya juga melakukan pemantauan langsung kondisi ketersediaan bahan pokok dan harga-harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1442 H. 

"Tujuan peninjauan ini adalah untuk mengetahui secara jelas stok bahan pokok dan harga sehingga menjamin kebutuhan konsuman menghadapi bulan Ramadhan ini tersedia cukup dan harga terkendali,"tutupnya. (dho)

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved