Breaking News:

Puluhan Lansia Ikut Operasi Katarak di Rumah Sakit Mata Sumsel, BSB Targetkan Pasien Lebih Banyak

program operasi katarak ini dianggarkan dari dana program Corporate Social and Responsibility (CSR) sebesar Rp 400 juta.

sripoku.com/jati
Gubernur Herman Deru saat menghadiri program operasi mata katarak gratis untuk masyarakat lanjut usia yang digelar BSB di Rumah Sakit Mata Provinsi Sumsel Rabu (7/3/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kegiatan sosial rutin tahunan Bank Sumsel Babel kembali digelar.

Kali ini, di bidang kesehatan berupa operasi gratis operasi lasik mata katarak, dimana 100 pasein usia lanjut usia mengikuti program operasi tanpa biaya ini.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Ahmad Syamsuddin, mengatakan program operasi katarak ini dianggarkan dari dana program Corporate Social and Responsibility (CSR) sebesar Rp 400 juta.

Dugaan Korupsi Masjid Raya Sriwijaya, Giri Ramanda Kembali Diperiksa Kejati Sumsel, Ini yang Dibahas

"Sebuah kebahagiaan Bank Sumsel Babel bisa berbagi memberikan kebahagian bagi masyarakat yang bermasalah mata.

Ke depan harapannya, bisa lebih banyak lagi masyarakat yang bisa dioperasi secara gratis dalam program ini, mungkin bisa 100 orang," kata Ahmad, usai membuka program operasi mata katarak gratis di Rumah Sakit Mata Sumsel Rabu (7/3/2021).

Ahmad berharap, peran serta masyarakat khususnya nasabah dapat memberikan bantuannya melalui Bank Sumsel Babel.

Tak hanya program operasi gratis, pada kesempatan yang sama juga dilakukan pemberian kacamata untuk 60 pelajar berprestasi di Sumsel.

Direktur Utama RS Mata Sumsel, Lady Kavotiner, menjelaskan, program operasi gratis ini bukan kali pertama digelar untuk masyarakat Sumsel.

Pelatih Sriwijaya FC Nil Maizar Beberkan Alasan Belum Agendakan Laga Ujicoba

"Namun, pada tahun ini, operasi sengaja kita gelar secara bergilir. Hari ini operasi pertama baru diikuti 10 orang, sisanya akan diagendakan," jelas Lady.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru, meminta pihak rumah sakit tidak mempersoalkan persyaratan administrasi terhadap pasien untuk dapat dioprasi. Melainkan, semua harus dilayani dengan maksimal.

"Misal harus terdaftar dalam BPJS Kesehatan atau terdaftar dalam program-program lainya. Masyarakat harus dilayani secara maksimal jangan ada yang dibedakan. Sekaligus juga, bila bisa ditekan biaya opersinya akan lebih baik," jelasnya.

Terlebih, RS Mata Sumsel mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan didukung dengan peralatan yang cangih.

"Jadi dimana lagi kalau bukan ke kita (RS Mata Sumsel) masyarakat meminta pelayanan maksimal dan dimudahkan urusannya. RS ini terlengkap di Sumbagsel," ujar Deru.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved