Breaking News:

Berita Palembang

Psikolog Sarankan Epan & Sekar tidak Bercerai, Anak Jadi Pertimbangan untuk Bangun Keluarga Harmonis

Kasus perselingkuhan antara Epan Tarnando (30) dengan Juni Susanti (sebelumnya Melisa) mendapat tanggapan dari Psikolog Sumatera Selatan.

SRIPOKU.COM/ANTON
ilustrasi selingkuh 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus perselingkuhan antara Epan Tarnando (30) dengan Juni Susanti (sebelumnya Melisa) mendapat tanggapan dari Psikolog Sumatera Selatan.

Kasus perselingkuhan antara Epan dan Susanti terkuak usai istri sah Epan yakni Sekar Hasri melaporkan hilangnya suaminya sejak 19 Maret 2021 lalu.

Bermula dari laporan tersebut, anggota kepolisian langsung mencari keberadaan Epan hingga bertemu di Bandar Lampung.

Saat dijemput pihak kepolisian, Epan tengah bersama Susanti di sebuah rumahnya.

Menurut Psikolog Klinis dan Forensik, Syarkoni, S. Psi., M. Psi tentunya timbul perasaan kecewa dari istri Epan pasal kejadian tersebut.

Bagaimana tidak, perasaan yang sebelumnya sedih dan was was karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap Epan justru berbalik dari yang di khawatirkan keluarga.

"Perasaan kecewa pasti timbul, marah pasti, benci hingga akhirnya menimbulkan keretakan dalam rumah tangga. Secara psikologi itu muncul, pelampiasan seperti itu yang biasanya dengan melaporkan ke pihak yang berwajib," kata Syarkoni, Selasa (6/4/2021).

Namun, dikatakan Syarkoni yang terpenting dari kejadian tersebut harus ditanggapi dengan kepala dingin untuk menyelamatkan hubungan keluarga keduanya.

"Intinya bagaimana menyelamatkan hubungan keluarga mereka terlepas dari hubungan selingkuh itu karena mereka ini kan mempunyai anak itu sangat lebih penting ketimbang menurut saya terjadinya perceraian," lanjutnya.

Dengan cara melakukan komunukasi secara damai dan kekeluargaan, bisa saja suatu hubungan kembali harmonis.

Selain itu juga keduanya juga bisa melibatkan profesional dalam hal ini orang yang dapat memberikan solusi terkait hal tersebut.

Selain itu juga, menurut Syarkoni hal seperti perselingkuhan seharusnya tidak perlu di ekspos terlalu jauh. Hal seperti ini dikarenakan merupakan suatu aib yang seharusnya tidak perlu diketahui oleh masyarakat.

"Sebaiknya diselesaikan secara damai untuk menyelamatkan hubungan suami istri. Selain itu juga perlu dipikirkan, mungkin ada yang melatarbelakangi perihal tersebut salah satunya kurang harmonis hubungan keluarga dan bisa juga si lelakinya punya perilaku yang berbeda. Komunikasi terpenting," kata Syarkoni.

Hirup Udara Segar Usai Perselingkuhan Terbongkar, Epan tak Lagi Pulang ke Rumah Istri

Sekar Capek Urusin Kasus Suaminya Epan Si Sopir Taksol & Selingkuhan: Jalani Aja, Saya Mau Istirahat

Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved