Satpam SMP 11 Meninggal Dunia Setelah Divaksin Covid-19, Bibirnya Menghitam, Kondisinya Drop

Berbagai reaksi dan komentar dari yang sudah pernah mengikuti vaksin covid-19  seperti ada yang meninggal.

Tayang:
Editor: Salman Rasyidin
Warta Kota/Andika Panduwinata
Istri Satpam Eti warga asal RT 03 / RW 09 Rawa Mekar Jaya, Serpong, memberikan keterangan terkait meninggalnya sang suami setelah menjalani vaksinasi 

Bantahan RSU Kota Tangsel

Kabar adanya pria berinisia S, seorang satpam sekolah di Kota Tangsel meninggal dunia setelah divaksinasi Covid-19 dibantah Humas RSU Kota Tangsel, Lasdo.
Kabar adanya pria berinisia S, seorang satpam sekolah di Kota Tangsel meninggal dunia setelah divaksinasi Covid-19 dibantah Humas RSU Kota Tangsel, Lasdo. (Wartakotalive.com/Rizki Amana)

Kabar dugaan adanya satpam sekolah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meninggal dunia setelah divaksinasi Covid-19, tidak benar.

Bantahan itu diterangkan langsung oleh Humas Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan (RSU Kota Tangsel), Lasdo, Kamis (1/4/2021).

Kabar pria berinisial S, satpam SMPN 11 Kota Tangsel meninggal dunia, kata Lasdo, buka karena setelah suntikan dosis pertama vaksin Covid-19.

Hanya saja, ia membenarkan jika S meninggal saat jalani penanganan medis secara intensif di fasilitas pelayanan kesehatan itu.

Lasdo mengatakan, awal mula pihaknya menerima S setelah dirujuk dari Puskesmas Rawa Buntu pada Minggu, 28 Maret 2021 malam.

Menurutnya S saat itu telah dalam kondisi kritis dan perlu dilakukan penanganan secara intensif di IGD RSU Kota Tangsel.

"Datang tanggal 28 maret malam sudah rujukan dari Puskesmas. Jadi sudah ada komunikasi antara Puskesmas dengan kita datang memang sudah dalam kondisi sakit berat"

"Gejala-gejala yang muncul seperti Covid-19 kemudian dilakukan konfirmasi dengan tes swab, hasilnya memang positif," kata Lasdo saat ditemui di RSU Kota Tangsel, Pamulang, Kamis (1/4/2021).

Dan jangan lupa subscribe, like dan share channel Tiktok Sriwijayapost di bawah ini:

Ia menjelaskan saat dilakukan diagnosis riwayat penyakit, tim medis mendapati bujti bahwa S telah terpapar infeksi Covid-19.

Kondisi tersebut semakin memburuk usai tim medis RSU Kota Tangsel mendapati diagnosis penyakit penyerta yang diderita S.

"Jadi pasien datang sudah dalam kondisi dengan pasien Covid-19. Kondisinya memang sudah sangat berat"

"dan menurut anamnesa memang beliau sudah mengeluhkan batuk-batuk semenjak dua minggu sebelum masuk rumah sakit"

"Sudah ada gejala batuk. Tapi memang masalah nafas, dari anamnesa itu enam jam sebelum masuk rumah sakit. Dia sudah kesulitan bernafas," jelas Lasdo.

Sumber:
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved