Rekam Jejak Orang Pertama Terima SP3 KPK, Ternyata Pengusaha Tajir, Berikut Daftar Kekayaannya
Dia juga memiliki bisnis real estate di Singapura dengan memegang saham di Tuan Sing Holdings yang terdaftar di Singapura.
Gurita bisnis ban dan sektor karet Sjamsul Nursalim meluas ke bank. Di era 1980-an, ia menjadi pemilik dari Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI). Ia duduk sebagai direktur utamanya dengan saham 50 persen.
Versi majalah Forbes tahun 2018, Sjamsul Nursalim disebut sebagai orang terkaya ke-36 di Indonesia dengan kekayaan USD 810 juta. Gurita bisnisnya dikenal sebagai Gajah Tunggal Group.
Sementara terkait BDNI, bank ini juga yang akhirnya menyeret ia dalam jeratan hukum. Pada 1997-1998, Bank Indonesia mengeluarkan bantuan likuiditas kepada sejumlah bank yang hampir bangkrut akibat krisis moneter. BDNI salah satunya.
Dalam catatan Majalah Forum edisi 18 Agustus 2012, Pemilik BDNI, menerima uang sebesar Rp 37,04 triliun. Uang sebesar itu mulanya ditujukan untuk memulihkan bank BDNI yang saat itu statusnya BBO (Bank Beku Operasi).
Pada 2002, instruksi presiden Megawati diterbitkan, terkait dengan landasan dikeluarkannya Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI.
Aset-aset milik Sjamsul Nursalim dan BDNI diserahkan kepada BPPN yang dipimpin Syafruddin Arsyad Temenggung. BPPN kemudian memberikan rekomendasi penerbitan SKL kepada BDNI.
Akan tetapi, aset yang diberikan oleh Sjamsul diduga kredit macet sehingga menimbulkan kerugian negara. Hal ini yang kemudian diusut KPK.
Catatan BPK, Sjamsul masih punya utang ke negara Rp 4,58 triliun. Dari situ, KPK membuka penyidikan. Namun pada akhirnya, kini, penyidikan itu dihentikan dengan dikeluarkannya SP3.
"KPK berkesimpulan syarat adanya penyelenggara negara dalam perkara tersebut tidak terpenuhi. Sedangkan tersangka SN dan ISN berkapasitas orang yang turut serta melakukan perbuatan dengan SAT selaku penyelenggara negara," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.
Kekayaan Sjamsul Nursalim
Menurut perkiraan Forbes, total kekayaan Sjamsul per 12 September 2020 mencapai US$ 755 juta. Jika dikonversikan dengan kurs Rp 14.000/US$, nilai kekayaannya itu setara Rp 10,6 triliun.
Harta Sjamsul berasal dari beberapa bisnis, seperti properti, batu bara hingga ritel. Berdasarkan catatan detikcom, Sjamsul memiliki saham di perusahaan ritel terbesar PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Perusahaan itu mengoperasikan berbagai merek ternama di Indonesia seperti Zara, Topshop, Steve Madden dan merek lainnya.
Sjamsul juga diketahui memiliki perusahaan produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk. Perusahaannya itu memproduksi 30% dari ban di Afrika, Asia Tenggara dan pasar Timur Tengah.
Dia juga memiliki bisnis real estate di Singapura dengan memegang saham di Tuan Sing Holdings yang terdaftar di Singapura.
Nama Sjamsul sebenarnya cukup tenar di kalangan dunia usaha. Bahkan pada 2020 kemarin dia masuk ke dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes. (Terbit di Kompas.com)