Breaking News:

Doni Monardo Terima Gelar Doktor HC dari IPB Sambil Terisak Berurai Air Mata

Sosok Doni Monardo adalah putra Minang yang berasal dari Kabupaten Tanah Datar. Letjen Doni Monardo sendiri lahir di Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963

Editor: aminuddin
Istimewa/handout
Letnan Jenderal Doni Monardo 

SRIPOKU.COM, BOGOR - Saat pertama kali pandemi melanda Tanah Air, nama sosok ini amat populer.

Betapa tidak, karena saat itu ia menjabat ketua satgas covid-19.

Dia lah Doni Monardo.

Kini ia kembali menjadi sorotan.

Kali ini, kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat gelar doktor.

Tak tanggung-tanggung, sosok Doni Monardo diberi gelar Doktor Honoris Causa oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) .

Atas penganugerahan gelar itu,  Doni Monardo berjanji akan mengemban amanah dan  mempertanggungjawabkan penghargaan dan kepercayaan IPB itu dengan baik.

Baca juga: Profil Doni Monardo Ketua Satgas Covid-19 Indonesia, Punya Segudang Prestasi di Dunia Militer

Baca juga: Positif Covid-19, Doni Monardo Ajak Masyarakat Hindari Acara Makan Bersama, Ini Alasannya

"Saya akan mempertanggungjawabkan penghargaan dan kepercayaan yang diberikan IPB kepada saya," kata Doni sambil terisak di Kampus IPB, Sabtu (27/3/2021).

Pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Doni Monardo sendiri sempat tertunda selama empat bulan dikarenakan situasi pandemi Covid-19 dan kesibukan Doni Monardo sebagai garda terdepan penanggulangan wabah Virus Corona di tanah air.

Gelar Doktor Kehormatan diberikan kepada Doni Monardo dalam bidang Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan.

Sebelumnya, pada tanggal 20 Oktober 2020, Rapat Pleno Senat Akademik IPB menyetujui pemberian gelar Doktor Kehormatan kepada Letjen TNI Doni Monardo.

Pemberian gelar tersebut sesuai Peraturan Senat Akademik IPB Nomor 05/2015 tentang Pemberian Gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) di Lingkungan IPB.

Doni Monardo dinilai pantas untuk memperoleh pengakuan dan penghargaan atas karya, prestasi, dedikasi, dan kontribusi yang luar biasa bagi kemajuan pendidikan, pembangunan dalam arti luas, dan kemanusiaan.

Selama setahun lebih, tim promotor mengumpulkan, menelaah dan menganalisis seluruh bukti-bukti dan rekam jejak yang dilakukan dalam 10 tahun terakhir.

Rekam jejak aksi pemulihan ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, penanganan perdagangan ilegal batu cinnabar dan penghentian penambangan emas ilegal, membangun kebun bibit dan menyelamatkan pohon langka, dan lain sebagainya.

Baca juga: SEMINGGU DI Daerah Bencana, Doni Monardo Buka Masker Saat Makan: Pulang Tertular Covid

Putra Minang

Sosok Doni Monardo adalah putra Minang yang berasal dari Kabupaten Tanah Datar.

Letjen Doni Monardo sendiri lahir di Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963 silam.

Ia adalah putra dari pasangan asal Nagari Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Ayahnya seorang tentara bernama Letkol Nasrul Saad, sedangkan ibunya bernama Roeslina.

Sejak dikandung sang ibu, lahir hingga tumbuh besar, Letjen Doni Monardo sudah terbiasa berpindah-pindah ke beberapa daerah.

Maklum, bapaknya adalah seorang tentara yang bertugas di kesatuan polisi militer.

Meski melanglang ke beberapa daerah, Doni Monardo bisa juga singgah di Ranah Minang.

Ia menjalani pendidikan SMA di Kota Padang.

Tepatnya di SMA 1 Padang, salah satu sekolah favorit di Sumatera Barat.

Di sekolah ini ia menuntaskan pendidikan lanjutan tingkat atas.

Setamat SMA, Doni kemudian melanjutkan pendidikan ke AKABRI dan lulus tahun 1985.

Menjalankan karir sebagai tentara, Doni lama bertugas di Komando Pasukan Khusus atau Kopassus.

Terhitung dari tahun 1986 sampai tahun 1998.

Selama di Kopassus dia pernah ditugaskan ke Timor-Timur, Aceh dan daerah lainnya.

Pada tahun 1999 hingga 2001, lelaki yang suka kegiatan menembak dan beladiri ini ditugaskan pada Batalion Raider di Bali.

Kemudian, ia ditugaskan di Paspamres hingga tahun 2004. Sempat ditugaskan ke Aceh pada tahun 2005 hingga 2006.

Namun ditarik kembali ke Jakarta untuk bergabung dengan Paspamres.

Pada tahun 2006 dipindahkan ke Makasar, Sulawesi Selatan di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, atau yang lebih dikenal dengan Kostrad.

Salah satu program yang hingga kini dikenang masyarakat Makasar adalah penghijauan beberapa kawasan tandus di Sulawesi Selatan termasuk di sekitar Bandara Hasanuddin.

https://pekanbaru.tribunnews.com/2021/03/28/ini-sosok-doni-monardo-jenderal-berdarah-minang-yang-dapat-gelar-doktor-dari-ipb 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved