Breaking News:

Banjir Momok Tahunan Warga Sekip Bendung, Semakin Menderita Karena Banjir Membawa Banyak Sampah

Andi,warga Sekip Bendung mengatakan setiap kali hujan deras tiba warga sekitar selalu dihantui ketakutan akan terjadi banjir.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/odi
Kawasan Sekip Bendung Palembang tampak digenangi banjir setinggi lutut orang dewasa, Kamis (25/3/2021). 

SRIPOKU.COM,  PALEMBANG - Hujan deras mengguyur kota Palembang pada, Rabu (24/3/2021) menyebabkan sejumlah wilayah di kota pempek terendam banjir.

Paling menderita warga di kawasan Sekip Bendung Palembang, karena banjir sangat lambat surut meski air telah menggenang seharian. 

Padatnya rumah penduduk serta minimnya drainase, membuat air yang menggenang mencapai lutut orang dewasa lamban mengering.

Selain kerepotan oleh  genangan air, derita warga diperparah pula dengan banyaknya sampah yang ikut terbawa air hinga sampai masuk ke rumah-rumah warga. 

Andi,warga Sekip Bendung mengatakan setiap kali hujan deras tiba warga sekitar selalu dihantui ketakutan akan terjadi banjir.

Banjir yang menggenangi kawasan tersebut bisa sampai masuk ke dalam rumah-rumah warga. Dan kalau sudah banjir otomatis semua aktifitas warga pun terganggu.

"Bendung ini sudah langganan  banjir tiap kali hujan deras. Yang jadi permasalahan itu banjir ini kerap kali disertai sampah, karena kan disini ada beberapa titik pembuangan sampah," katanya,  Kamis (25/3/2021).

Madon, warga Sekip Bendung lainnya mengaku kendaraan roda dua milik warga bahkan tak bisa digunakan lantaran dalam air yang menggenang. Alhasil,  pemilik kendaraan kerap kali terpaksa mendorong kendaraan terlebih dahulu sampai ketemu jalan yang tak lagi banjir. 

Selain itu,  derita warga di kawasan Sekip Bendung adalah permasalahan sampah. Sampah yang berada di titik pembuangan sampah di kawasan itu kerap kali ikut terbawa dengan banjir yang mengalir sampai ke rumah warga. 

'Banjir di daerah kami ini lambat surut sampai kering. Jadi, kalau kendaraan mau dipakai tunggu surut atau di dorong dulu biar tidak mogok," jelasnya. 

Ganda, seorang warga Plaju lainnya mengaku jalan Jend Ahmad Yani menjadi salah satu daerah langganan banjir di kota Palembang. Banjir yang terjadi di kawasan tersebut dimulai dari simpang Tiga Budi Wijaya sampai ke depan Universitas Muhammadiyah Palembang. 

Ketinggian banjir di kawasan tersebut sampai menyentuh setinggi ban motor. Para pengendara yang melintas pun terpaksa memelankan kendaraannya untuk menghindari banjir. Kendati demikian, banjir di kawasan tersebut hanya berlangsung sekitar 3 jam saja. 

"Kalau kami di Plaju ini sudah langganan banjir di jalan protokol. Karena disini kan rumah penduduk sudah padat," terangnya. 

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, A. Bastari Yusak mengatakan, dilihat dari hujan belakangan ini titik banjir sudah ada yang berkurang, seperti di kawasan Jl. R Soekamto, Jl. Basuki Rahmat, Jl. Kol. H. Burlian, Jalan dr M.Isa. 
Jumlah titik genangan dari tahun sebelumnya 2019 ke 2020 pun diklaim turun dari 66 titik menjadi 33 titik.

"Jumlah titik genangan cukup berkurang, ke depan kita akan lebih optimal lagi dalam menangani masalah banjir ini," ungkapnya.  (Oca) 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved