Teman Letting Asep Ungkap Hal yang Mengejutkan, Polisi yang Dikabarkan Meninggal saat Tsunami Aceh

Begini kabar dan kondisi seorang polisi yang berasal dari Palembang dan bertugas di Aceh kala itu menjadi korban bencana gempa dan tsunami Aceh.

Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
Instagram @ndorobeii
Asep yang dikunjuingi rekan-rekan di kepolisian 

Aiptu Nazori salah satu keluarga yang juga sesama anggota Polri yang pernah bertugas di Aceh pada tahun 2004 lalu, mengatakan dirinya baru mengetahui informasi setelah foto Abrip Asep di kirim oleh anggota keluarga di grup keluarga besarnya.

"Dari komunikasi yang sudah dilakukan, memang benar itu Asep. Tidak percaya selama 17 tahun tak ada kabar dan mengira bahwa dia sudah meninggal taunya masih hidup," kata Aiptu Nazori, Kamis (18/3/2021).

Dari foto yang beredar luas di media sosial tersebut, keluarga memastikan bahwa benar itu merupakan Abrip Asep.

Terlebih lagi koordinasi dari Polda Aceh, Korps Brimob yang langsung ke pihak keluarga juga memastikan bahwa itu memang benar Abrip Asep yang dinyatakan hilang pada saat Tsunami Aceh 2004 lalu.

Walaupun ditemukan dalam keadaan gangguan jiwa, keluarga tetap bersyukur Asep ditemukan dalam kondisi hidup.

Saat ini, pihak dari Polri pun juga sudah mendatangi rumah orangtua Abrip Asep yang berada di Kecamatan Natar Lampung Selatan.

Kapolsek Baitussalam, Ipda Safrizal SSos, dikutip Sripoku.com dari Serambinews.com, Kamis (18/3/2021).

Bharaka Asep, merupakan seorang personel polisi yang sempat dinyatakan meninggal dunia dalam musibah gempa dan tsunami 26 Desember 2004 silam.

Setelah 17 tahun berlalu, kabar mengejutkan datang.

Asep yang sebelumnya dinyatakan meninggal dunia dalam musibah itu, kini disebut-sebut masih hidup dan berada di RSJ.

BKO dari Bogor ke Aceh

Kapolsek Baitussalam, Ipda Safrizal SSos menyebutkan tahun 2004 itu, Asep sebagai pasukan Bantuan Keamanan Operasional (BKO) Brimob Resimen II Kedung Halang Bogor ke Polda Aceh saat itu bertugas di Poskotis Brimob Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

Saat itu kata dia, Asep masih Bhayangkara Muda dan masih menyandang pangkat Ajun Brigadir Polisi (Abrip) dan lulusan Sekolah Tamtama Polri tahun 1999/2000.

Saat terjadi musibah tsunami mengguncang Aceh tahun 2004 lalu, Asep sedang melaksanakan tugas di posko pengamanan.

Hal tersebut berkaitan saat itu Aceh masih bergejolak.

Namun hari Minggu itu menjadi hari yang kelam,
musibah dahsyat yang menghantam dan menyapu bersih apapun, termasuk posko Asep bertugas bersama seluruh bangunan-bangunan lain dan rata dengan tanah.

Bahkan musibah itu menelan korban sedikitnya hingga 280.000 jiwa yang menjadi korban.

Lalu Asep juga dilaporkan hilang dalam musibah tersebut hingga disematkan gelar sebagai Abrip Anumerta Asep.

Ipda Safrizal pun membagikan momen sejumlah percakapan yang beredar di WhatsApp di saat Asep ditemukan di RSJ Aceh, pada Rabu (17/3/2021).

Menurutnya, awalnya sebuah pesan WhatsApp beredar di grup leting 351 Nusantara dengan kondisi orang tersebut dalam foto sedang berada di RSJ Banda Aceh yang dishare oleh anggota polisi yang dikenal sebagai Abu Iskandar, sekitar pukul 22.18 WIB Selasa (16/3/2021) malam

Kemudian rekan-rekan leting 351 di grup itu berkomentar bahwa wajah orang tersebut tidak asing sampai seorang anggota polisi Bahrul Walidin mengomentari di grup WA bahwa foto itu mirip Asep.

Selanjutnya Bahrul Walidin pun berusaha mencari foto-foto yang pernah dishare di facebook pada saat mengenang 16 Tahun Tsunami.

Lalu Bahrul mengambil foto Asep yang dianggap salah satu korban tsunami di facebook dan disandingkan dengan foto yang dishare di grup WA. Hasilnya sangat mirip.

Kemudian dari berbagai komentar yang di peroleh baik di dalam grup maupun di grup Mako Brimob ada ciri-ciri yang mengarah ke Bharaka Asep yang pada saat itu BKO di Pos Ujong Pancu Peukan Bada.

Pada tanggal 17 Maret 2021 pukul 09.00 WIB salah satu rekan leting 351 Bripka Indra Syaputra Banit Intelkam Polda Aceh, melakukan pengecekan ke RSJ dan dishare ke grup WA.

Kemudian lanjut Ipda Safrizal membacakan isi WhatsApp tersebut sekitar pukul 12.00 WIB Ipda Zulkarnel, SE (Kepala Polsubsektor Blangbintang Aceh Besar) mendatangi RSJ untuk ikut memastikan kebenaran orang tersebut apakah benar Asep yang dikenal atau bukan.

Menurut penuturan Ipda Zulkarnel, setelah melihat fisik dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh abang kandung Asep dan sewaktu dirinya masih dipusat pendidikan (Pusdik) Brimob waktu Pendidikan, ternyata secara fisik hampir dipastikan bahwa orang dalam foto di RSJ tersebut adalah benar Asep.

“Tentu saat ini perasaaan haru para sahabat di Polda Aceh di saat ada informasi dari pihak Rumah Sakit Jiwa Aceh kalau salah satu pasiennya diduga adalah personil Polri,” kata Kapolsek Baitussalam ini.

Begitu mendengar itu Bripka Indra bersama rekan-rekannya langsung ke rumah sakit dan mendapati Asep sedang berada di tengah para pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Pada saat mereka datang Abrip Asep tidak merespon dengan normal. Hal itu bisa dimaklumi.

Sampai sejauh ini pihak rumah sakit telah mencocokan ciri fisik serta ciri lainnya dan mendekati ciri seorang Abrip Asep.

Kecocokan ini masih perlu koordinasi dengan pihak keluarganya

Baca juga: Malang tak Dapat Ditolak Untung tak Dapat Diraih, Ojol Ini Terima Orderan Fiktif, Isinya Mengejutkan

SUBSCRIBE US

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved