Breaking News:

Tak Pernah Jera, Satu Truk Tahu Formalin Ditemukan di Pasar 7 Ulu, Produksi Pabrik di Padang Selasa

Kepala BPOM Kota Palembang, Yosef Dwi Irawan mengatakan, proses pengamanan hampir 20 ribu pcs dilakukan pukul 04.30 dini hari dari Pasar 7 Ulu

Sripoku.com/Rahmaliyah
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palembang mengamankan satu truk bermuatan tahu siap jual, yang disinyalir mengandung zat berbahaya formalin 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palembang mengamankan satu truk bermuatan tahu siap jual, yang disinyalir mengandung zat berbahaya formalin

Kepala BPOM Kota Palembang, Yosef Dwi Irawan mengatakan, proses pengamanan hampir 20 ribu pcs tersebut dilakukan pada pukul 04.30 dini hari dari Pasar 7 Ulu. 

"Target operasi ini berjualan di Pasar Padang Selasa dan sudah dilakukan investigasi beberapa pekan terakhir.

Pelaku sudah 10 tahun berjualan tahu dan termasuk pemain yang menggunakan bahan terlarang untuk pangan," katanya, saat konferensi pers Senin (8/3/2021). 

Saat dilakukan sidak, Petugas BPOM bersama Ditreskrimsus Polda Sumsel juga mengamankan produsen termasuk jerigen yang berisi sisa formalin

"Pelaku usaha yang kita amankan dalam proses pemeriksaan sekarang bersama sementara saksi-saksi.

Tahu dari produsen di Pasar Padang Selasa tersebut kemudian menjualnya di 7 Ulu dan Pasar Keramasan, namun tidak menutup kemungkinan akan disebarkan lagi ke pasar lain.

Bisa juga dibeli oleh pedagang keliling, sekarang masih penyelidikan," katanya

Baca juga: Ciri-ciri Ikan Berformalin & Tanpa Formalin, Cek Bau dan Warna hingga Reaksi Dihinggapi Lalat

Baca juga: CARA Cek Bahan Pangan Apakah Mengandung Zat Formalin atau Boraks, Gunakan Pojok Pasar BBPOM, Gratis!

Dikatakan Yosep, dari hasil uji cepat menunjukkan bahwa ribuan tahu tersebut positif mengandung formalin.

Bahkan mirisnya, cairan tahu yang diuji sampelnya kondisinya berwarna ungu pekat. 

"Meski kita belum tahu berapa besar komposisi pemakaian formalinnya, tapi dari warna ini bisa kita buktikan bahwa kandungan formalin yang digunakan cukup banyak," katanya. 

Padahal, seperti diketahui jika Formalin merupakan zat pengawet untuk mayat yang dilarang keras untuk digunakan pada bahan pangan apapun. 

Dampaknya merusak organ hati, ginjal dan organ lainnya. Pengurangan kualitas mutu kesehatan pangan juga berdampak terjadinya karsinogenik, ibu yang sedang hamil yang mengonsumsi tahu berformalin dapat berakibat janin yang dikandung cacat. 

"Pelaku yang bila terbukti menggunakan zat berbahaya bisa dikenakan sanksi berupa kurungan dan denda sampai Rp 10 Miliar," katanya.

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved