Krisis Partai Demokrat
Agus Harimurti Yudhoyono Jangan Cengeng, Moeldoko Diminta Mundur dari Istana
Moeldoko diminta mundur sebagai Kepala Staf Presiden setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa.
SRIPOKU.COM --- Moeldoko diminta mundur dari Istana sebagai Kepala Staf Presiden, setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa.
Saran ini disampaikan pakar komunikasi dari Universitas Indonesia Ade Armando dan pengamat politik Ray Rangkuti. Desakan itu mundur tersebut setelah Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat hasil KLB Sumatera Utara.
Ade Armando menilai, isu Moeldoko dan posisinya sebagai ketum hasil KSP sulit dilepaskan dari persepsi kedekatannya dengan Presiden Joko Widodo.
Baca juga: Kader Demokrat Gelar Ritual Cap Jempol Darah, Sumpah Setia Kepada AHY
Baca juga: AHY Ragukan Cinta Moeldoko ke Partai Demokrat, Pemerintah Tetap Akui Versi Kongres 2020
Sehingga manuver dan konflik Partai Demokrat ini dianggap bisa merugikan Presiden.
Begitupula Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya, mengatakan bahwa sepatutnya Moeldoko menyadari posisinya sebagai pejabat publik. Sehingga ia tak rangkap jabatan apalagi di kabinet.
Konflik di Partai Demokrat makin memanas setelah KLB menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum periode 2021- 2025.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sriwijayapost di bawah ini:
Terpilihnya Moeldoko sebagai Ketua Umum KLB ini, langsung di tanggapi kubu Demokrat yang dipimpin AHY sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan.
Desakan pada Moeldoko untuk mundur kami bahas dengan dua narasumber, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Moctar Ngabalin bersama Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti.
Baca juga: Kader Demokrat Gelar Ritual Cap Jempol Darah, Sumpah Setia Kepada AHY
Ketua Dewan Pakar Indonesia Maju Institute (IMI) Lukman Edy menilai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ini sedang diuji sebagai seorang pemimpin.
Apabila ia bisa melalui konflik partai Demokrat, maka ia bisa diperhitungkan dalam Pemilu Presiden 2024.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono tidak bersikap cengeng.
Menurut Ketua Dewan Pakar Indonesia Maju Institute (IMI) Lukman Edy mengatakan, menilai dalam konflik ini sebenarnya Agus Harimurti Yudhoyono saat ini sedang diuji kepemimpinannya.
Apabila ia bisa melalui konflik partai Demokrat, maka ia bisa diperhitungkan dalam Pemilu Presiden 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/agus-muldoko.jpg)