Breaking News:

Demokrat Sumsel Sanksi 3 Ketua DPC yang Hilang saat Apel Siaga, Ridho: KLB Medan itu Gangguan Kecil

Namun KLB Medan itu tak diakui oleh DPD Partai Demokrat Sumsel dan menganggap KLB tersebut inkonstitusional.

Editor: Hendra Kusuma
TRIBUN SUMSEL/ARIEF
Partai Demokrat Sumsel berikan pernyataan: Ridho dkk menilai KLB Demokrat di Medan illegal 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Pasca KLB Demokrat di Medan dan lewat KLB tersebut Moedoko kini terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat dan Marzuki Alie ditunjuk sebagai Dewan Pembina.

Namun KLB Medan itu tak diakui oleh DPD Partai Demokrat Sumsel dan menganggap KLB tersebut inkonstitusional.

Sebab Partai Demokrat Sumsel Sanksi Tegas 3 Ketua DPC yang 'Hilang' saat Apel Siaga, Ridho: KLB Medan Hanya Gangguan Kecil

Ketusan tegas ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keutuhan Partai Demokrat Sumsel yang solid dan mendukung Partai Demokrat yang dipimpin AHY adalah sah.

Sementara KLB Demokrat Medan tidak sah alias Illegal.

Maka itu, Pasca berlangsungnya Kongres Luar Biasa (KLB) partai Demokrat yang berlangsung singkat di The Hill Hotel Sibolangit Sumatera Utara (Sumut), Jumat (5/3/2021) siang, yang akhirnya menjadikan Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Ketua umum partai Demokrat, tidak membuat kepengurusan partai Demokrat di Sumsel beralih dukungan.

Sebab menurut DPD Partai Demokrat Sumsel, pelaksanaan KLB di Medan itu inkonstitusional alias ilegal (tidak sah) dan tidak dihadiri oleh 2/3 anggota sah Parpol Demokrat.

"Jadi KLB Partai Demokrat yang dilaksanakan di Sumut itu, menurut saya inkonstitusional berdasarkan AD/ART partai Demokrat, alias KLB ilegal," kata Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel Ishak Mekki didampingi Sekretaris FPD MF Ridho, Jumat (5/3/2021).

Namun menurutnya, bagi mereka (peserta KLB) jika ingin mengikutu AD/ART partai Demokrat hal itu tidak terpenuhi, dan itu lebih untuk memenuhi syahwat politik mengganggu partai Demokrat yang kepengurusan legal (sah), sesuai peraturan perundang- undangan yang dipimpin Agus Hatimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketum.

"Itulah targetnya (mengganggu yang sah) dan saya kira masyarakat sudah bisa menilai, bahwa partai Demokrat tidak angin, tidak ada hujan diterpa rencana- rencana yang jahat untuk menggulingkan kepemimpinan AHY. Kami sebagai pengurus dan kader partai Demokrat yang taat dan tahu aturan," bebernya.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved