Berita Muba Babel United

Tak Hanya Sekadar Omdo (Omong Doang), Manajer MBU Jadwalkan Bertemu Pelatih Kawakan Coach Banur

Coach Banur yang ketika mengarsiteki tim Cilegon United dibantu asistennya Budiardjo Thalib (eks pelatih Sriwijaya FC) merasa tersanjung

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
MO MUBA UNITED
Pelatih Bambang Nurdiansyah memberi pengarahan pada skuat Muba Babel United di Stadion Serasan Sekate, Sekayu, Musi Banyuasin 

Banur menjadi salah pemain muda yang bersinar bersama Arseto.

Ia dapat banyak pelajaran di Arseto. Kepercayaan diri, bermain efektif, dan selalu haus gol.

Entah berapa gol yang sudah saya cetak untuk Arseto.

Yang jelas klub itu menggemblengnya sebagai striker yang lebih matang.

Sayang, ia belum sempat mempersembahkan gelar juara Galatama untuk Arseto dan memutuskan pindah ke Tunas Inti pada 1982.

Trofi juara barunya cicipi ketika bermain di Yanita Utama.

Dua gelar sekaligus ia raih di Yanita Utama dan dua musim itu pula ia sukses menjadi top skor pada 1983 dan 1984.

Karier Banur makin melejit dan makin banyak tawaran yang datang.

Tapi, Krama Yudha Tiga Berlian jadi pelabuhan selanjutnya. Ua pun sukses membawa klub ini juara pada tahun 1985 dan lagi-lagi menyabet gelar pencetak gol terbanyak.

Kemudian Banur menjalani petualangan berikutnya ke Pelita Jaya pada 1986.

Di klub Jakarta ini ia juga berhasil merasakan dua kali juara Galatama dan satu musim di antaranya sukses menjadi top skor.

Setelah enam tahun membela Pelita Jaya saya memutuskan memperkuat Putra Samarinda yang kemudian jadi klub terakhir dalam karier profesionalnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved