Kekerasan terjadap jurnalis

Tiga Jurnalis Wanita Afghanistan Tewas Ditembak ISIS

Tiga jurnalis perempuan yang bekerja untuk stasiun radio dan televisi tewas tertembak di Afghanistan. Mereka ditembak saat meninggalkan kantor.

Tayang:
Editor: Sutrisman Dinah
Tribunnews.com
Tiga jurnalis perempuan di Afghanistan tewas ditembak ISIS 

SRIPOKU.COM ---Tiga jurnalis perempuan yang bekerja untuk stasiun radio dan televisi tewas tertembak di Afghanistan. Mereka ditembak saat meninggalkan kantor, Selasa (02/03/2021) sore waktu setempat.

Tiga jurnalis wanita itu bekerja untuk radio dan stasiun televisi Enikass, tewas ditembak mati di timur kota Jalalabad, Afghanistan. Direktur Enikass TV, Zalmai Latifi mengatakan bahwa ketiga karyawannya itu ditembak mati dalam dua serangan terpisah.

"Mereka semua tewas. Mereka dalam perjalanan pulang dari kantor dengan berjalan kaki ketika ditembak," kata Latifi seperti dikutip Tribunnews dari kantor berita AFP, Rabu (03/03/2021).

Baca juga: Putra Mahkota Diduga Bunuh Jurnalis, Rakyat Kena Getahnya, 76 Warga Arab Saudi Dilarang Masuk ke AS 

Baca juga: Bertanya Soal Trump Koresponden VOA Indonesia Dibebastugaskan Ini Sepak Terjangnya di Dunia Jurnalis

Latifi menambahkan, ketiga wanita itu bekerja di departemen sulih atau penyunting suara di Enikass.

Mereka yang menjadi korban tewas penembakan pria bersenjata adalah Mursal Wahidi, Shahnaz, dan Sadia. Ketiganya merupakan pengisi suara drama populer Turki dan India.

Serangan itu terjadi di tengah gelombang pembunuhan yang menargetkan jurnalis, pekerja dan masyarakat sipil, serta pegawai pemerintah tingkat menengah.

Beberapa bulan terakhir, rasa takut membayangi banyak pekerja profesional di Afganistan.

Baca juga: Duduk Perkara Pengeroyokan Mendiang Reno ke Wartawan di Banyuasin, Tewas di Tangan Polisi

Siapa di balik serangan itu?
Kelompok ISIS pada hari Rabu (03/03/2021) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka kerap kali mengklaim bertanggung jawab atas tindakan teroris dan menunjukkan keberadaan mereka di provinsi Nangarhar, di mana Jalalabad adalah ibukotanya.

Pada Desember tahun lalu, afiliasi ISIS mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan karyawan perempuan Enikass lainnya.

Kepala Polisi Nangarhar Juma Gul Hemat pada hari Selasa lalu mengatakan, seorang tersangka ditahan setelah serangan itu dan pihak berwenang masih mencari tersangka lainnya.

"Dia telah mengakui serangan itu," kata Hemat, menambahkan bahwa tersangka yang ditahan adalah anggota Taliban.

Namun pasukan Taliban yang telah menandatangani kesepakatan damai dengan Amerika Serikat pada tahun lalu, membantah terlibat atas serangan terhadap tiga jurnalis wanita itu.

Afganistan dianggap sebagai salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi pekerja media, demikian laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Setidaknya 65 profesional media dan aktivis hak asasi manusia tewas dalam serangkaian pembunuhan yang ditargetkan di seluruh Afghanistan, dari tahun 2018 hingga bulan awal tahun ini.

"Pembunuhan yang ditargetkan terhadap jurnalis dapat menyebabkan ketakutan dalam komunitas jurnalistik, dapat menyebabkan sensor diri, pengabaian aktivitas media, dan bahkan meninggalkan negara itu," kata Mujib Khalwatgar, Kepala Kelompok Advokasi Media Afganistan Nai pada hari Selasa (02/03).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved