Potret Pemulung di India: Dipaksa Bersihkan Got, Kematian Mereka tidak Dilaporkan
India sebenarnya telah melarang praktik pemulungan manual pada 1993, tetapi nyatanya lebih dari 66.000 orang masih menjalani pekerjaan berbahaya ini
“Banyak pemulung manual yang dilaporkan meninggal karena alasan berbeda,” ungkapnya.
“Dalam beberapa kasus, mereka dilaporkan karena ‘terjatuh’ atau kecelakaan.
Padahal, ini sama saja dengan pembunuhan.”
Lebih parahnya lagi, keluarga harus menghadapi berbagai tantangan untuk memperoleh jaminan kematian sebesar satu juta Rupee (Rp194 juta) yang telah ditetapkan pada Undang-Undang India Tahun 1993.
Proses pencairannya membutuhkan waktu lama dan sering kali tertunda.
Mengikuti keseharian pemulung manual tidaklah mudah.
Bahkan selama lockdown pun, Kumar mesti berangkat pagi-pagi sekali ketika orang belum keluar rumah.
Hanya pada saat itulah dia bisa memfoto para petugas kebersihan ini.
“Pemulung manual biasanya bekerja saat orang belum keluar rumah.
Mereka menghindari tatapan masyarakat,” kata Kumar.
“Itu mempermudah saya untuk keluar juga, dan kembali setelah mereka selesai bekerja.”
Permasalahannya dimulai ketika kontraktor yang ditugaskan pemerintah untuk mengawasi pemulung manual turun tangan.
Mereka memerintahkan pemulung agar menolak difoto dan diwawancarai, karena itulah kebanyakan foto Kumar merahasiakan wajah pemulung.
“Seorang perempuan dipecat setelah kontraktor mengetahui kalau dia membeberkan kondisi pekerjaannya kepadaku,” dia melanjutkan.
“Pekerjaanku tampaknya membahayakan mata pencaharian mereka, sehingga proses dokumentasinya sangat menantang.”
Kumar berujar, “Got adalah penyebab utama kematian [pemulung].
Saya merasakan pentingnya mengabadikan mereka-mereka yang terpaksa menyelami parit.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/mulungjpg.jpg)