Potret Pemulung di India: Dipaksa Bersihkan Got, Kematian Mereka tidak Dilaporkan
India sebenarnya telah melarang praktik pemulungan manual pada 1993, tetapi nyatanya lebih dari 66.000 orang masih menjalani pekerjaan berbahaya ini
Mereka mengadopsi alat mekanis dan meluncurkan saluran bantuan (helpline) untuk melaporkan praktik ilegal.
Selain itu, pemerintah juga melancarkan kampanye besar-besaran bernama Swachh Bharat Mission untuk membersihkan India.
10 Pertanyaan yang Selalu Kamu Ingin Tanyakan Kepada: Penyedot WC
Sudah enam tahun Kumar mendokumentasikan kehidupan pemulung manual.
Dia terdorong memperlihatkan realita petugas kebersihan dan diskriminasi yang menyertai mereka.
Anak para pemulung manual kerap ditindas oleh guru dan teman sebaya mereka.
Banyak pelajar Dalit yang dipaksa membersihkan toilet dan duduk terpisah dari murid lain di kelas.
Survei UNICEF menemukan 51 persen anak kasta Dalit putus sekolah karena mengalami diskriminasi.
“Anak petugas kebersihan tidak terpapar pada bentuk perkembangan apa pun.
Mereka dipaksa melakukan ini itu sejak lahir,” ujar Kumar.
“Pemulung manual sangat terpinggirkan.
Penghasilan mereka setiap bulan hanya 10.000 Rupee (Rp1,9 juta), sehingga suami istri harus kerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Bahkan ada yang bekerja sampingan sebagai asisten rumah tangga.”
Berbagai survei menyoroti risiko yang dihadapi petugas kebersihan di seluruh dunia selama pandemi.
Namun, pemerintah India mengaku tidak mengumpulkan data petugas kebersihan yang meninggal karena membersihkan rumah sakit dan limbah medis tanpa alat pelindung.
Kurangnya data membuat komunitas yang “tak tersentuh” semakin tidak terlihat.
Kematian mereka tidak dilaporkan.
Kumar menyaksikannya langsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/mulungjpg.jpg)