Breaking News:

Kedai Kopi dan Ruang Publik

Sayangnya, saat ini perkembangan kedai kopi di kota Palembang hanya dijadikan daya pikat sebagai tempat untuk nongkrong, selfi-selfi dan update status

Kedai Kopi dan Ruang Publik
internet
Ilustrasi Kedai kopi di Belitung

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - KENDATI masih dilanda pandemi covid 19,
bagi pebisnis di Kota Palembang, terutama yang mengeluti kopi,  berlomba-lomba membuka kedai kopi.

Menawarkan tempat yang nyaman bagi penikmat kopi.

Sayangnya,  saat ini perkembangan kedai kopi di kota Palembang hanya dijadikan daya pikat sebagai tempat nongkrong, selfi-selfi dan update status. 

Mereka mementingkan pengakuan diri (self recognition) yang mana mereka lebih mengutamakan nilai barang dari pada berdiskusi. 

Bagi yang tidak mempunyai  nilai barang mereka terbuang atau tersingkirkan, mendapat ejekan, olok-olokan atau sindiran.

Nilai barang telah mengubah bagi pemikiran-pemikiran yang kritis untuk menyampaikan hak-haknya.

Nilai barang sebagai pelet dalam merayu kaum feminis.

Nilai barang juga membuat manusia lupa akan hal-hal yang diperuntukan bagi diskusi. 

Baca juga: Pemkot Palembang Gencar Percantik Ruang Publik Stadion Jakabaring Jadi Venue Piala Dunia U-20

Nilai barang sebagai bahan diskusi tingkat tinggi demi tercapainya pengakuan diri, serta nilai barang saat ini menjadi opini publik yang jitu dari pada memperbincangkan persoalan negara, pekerjaan dan bisnis. sehingga masyarakat sipil lupa bagaimana opini publik di dalam ruang publik diperuntukkan.

Halaman
1234
Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved