Gerai Pojok Tembesu, Pamerkan Hasil Riset Peneliti & Pasarkan Produk-produk Hasil Kehutanan Sumsel
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menghibahkan Gerai Pojok Tembesu
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menghibahkan Gerai Pojok Tembesu ke Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumsel untuk menjadi sarana etalase dan pemasaran produk-produk hasil kehutanan.
"Gerai yang juga menjadi kafe ini akan memajang produk hasil kehutanan bukan kayu seperti kopi, madu, minyak kayu putih, kerajinan rotan dan lainnya," kata Komisaris Daerah APHI Sumsel Iwan Setiawan saat meresmikan Gerai Pojok Tembesu di Jalan Kol H. Burlian, Rabu (24/2/2021).

Baca juga: PROMO Sriwijaya Air & Nam Air Meriahkan Cap Go Meh, Terbang ke Semua Rute Domestik Cuma Rp 215 Ribu
Menurut Iwan, gerai yang mengusung konsep seperti ini menjadi yang pertama di Indonesia.
Ini sebagai salah satu wujud dukungan kepada UU Cipta Kerja yang mana izin usaha untuk penguasaan hutan sudah diperbolehkan bukan hanya menanam kayu tapi juga menghasilkan produk-produk lain selain kayu.
"Kami membangun ini dengan harapan nantinya Pojok Tembesu ini menjadi agen pemasaran produk-produk hasil hutan bukan kayu yang dihasilkan anggota kami, atau pihak-pihak lain," katanya.
Sebagai informasi, Pojok Tembesu ini berada di lingkungan Litbang LHK di Jalan Kolonel H Burlian Palembang.
"Lokasinya yang strategis ini diharapkan membuat Pojok Tembesu ini menjadi sarana bagi kalangan "Rimbawan" untuk bersilaturahmi dalam menjaga kelestarian hutan dan pemanfaatan hutan untuk kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
Menurut Iwan, ide awal pembangunan kafe setelah mengamati kondisi terkini para generasi muda (millenial) yang banyak berbisnis gerai kopi.
Untuk itu, Dishut Provinsi Sumsel menyerahkan pengelolaannya ke Koperasi Rimba Asri, yang mana sebagian pengelolanya merupakan mahasiswa.
"Pojok Tembesu ini juga bisa digunakan untuk acara-acara semiformal seperti seminar dan lainnya, karena fasilitasnya cukup memadai meski menganut konsep outdoor," katanya
Sementara itu, Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumsel Tabroni mengatakan, adanya Pojok Tembesu ini menjadi salah satu media bagi pemerintah untuk memamerkan hasil riset para peneliti mengenai produk kehutanan.
"Selama ini hasil riset dari 29 peneliti di Sumsel terbilang kurang tersosialisasikan, padahal setiap produk perlu pengembangan yang berbasis penelitian," katanya.
Menurutnya, hasil riset bisa berupa konsep, buku hingga produk jadi. Terkadang wadah untuk menyosialisasikan ke masyarakat itu tidak ada.
"Kami harap dengan adanya Pojok Tembesu ini akan terbuka ruang yang lebar agar hasil hutan (bukan kayu) ini benar-benar bisa dipasarkan," kata Tabroni
Menurutnya, periset di Sumsel sudah menemukan banyak produk, seperti cuka putih yang dapat menjadi handsanizer.(TS/Linda Trisnawati)
Baca juga: Cerita Sukses Owner Cafe di Palembang, Ajak Milenial Jadi Pengusaha, Ternyata 5 Ini Kuncinya
Baca juga: Hati-hati Jika Muncul Perasaan Ini, Jangan-jangan Pertanda Bahwa Allah Tidak Ridho pada Hamba-Nya