Breaking News:

PENCURI Dalam Sholat Sejahat-Jahatnya Pencuri, Ini 13 Gerakan Sempurna dan 13 Rukun Sah Dalam Sholat

Kemudian ada istilah tumaninah dalam gerakan Sholat yang juga menambahkan khusyu dalam Sholat anda.

Istimewa/handout
Pencuri Dalam Sholat Sejahat-Jahatnya Pencuri, Ini 13 Gerakan Sempurna dan 13 Rukun Sah Dalam Sholat 

8. Sujud Pertama

9. Duduk antara 2 sujud

10. Sujud Kedua

11. Bangkit Brdiri untuk rokaad selanjutnya

12. Duduk Tasyahud

13. Salam

13 Rukun Dalam sholat yang paling penting:

Secara umum berdasarkan kitap Figh Islam karangan Sulaiman Rasyid bahwa 13 rukun ini wajib dilakukan

1. Berdiri bagi yang mampu

2. Niat dalam hati

3. Takbiratul ihram

4. Membaca surat Al Fatihah pada tiap rakaat.

5. Rukuk dan tuma’ninah

6. Itidal setelah rukuk dan tumakninah.

7. Sujud dua kali dengan tumakninah.

8. Duduk antara dua sujud dengan tumakninah.

9. Duduk tasyahud akhir

10. membaca tasyahud akhir

11. Membaca shalawat nabi pada tasyahud akhir

12. Membaca salam yang pertama

13. Tertib melakukan rukun secara berurutan.

Versi 18 Rukun

Tetapi ada pula versi 18 Rukun sah Sholat, artinya jika tidak sesuai rukun maka Sholat kita tidak sah. Hal ini juga seperti dinukil dari 'Terjemah Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib Shalat' oleh M. Abdul Wahab, Lc, bahwa disebutkan rukun sholat ada 18 yakni:

1. Niat

Niat tempatnya di hati, mengucapkan dengan lisan hukumnua sunah. Niat ini diucapkan dalam hati ketika takbiratul ihram

2. Berdiri bila mampu

3. Takbiratul ihram (ucapan Allahu akbar)

4. Membaca al-Fatihah dan basmallah merupakan satu ayat dari al-Fatihah

5. Ruku'

6. Tumaninah ketika ruku'

7. I'tidal

8. Tumaninah ketika i'tidal

9. Sujud

10. Tumaninah ketika sujud

11. Duduk di antara dua sujud

12. Tumaninah ketika duduk di antara dua sujud

13. Duduk tahiyat akhir

14. Membaca tasyahud (tahiyat akhir)

15. Membaca shalawat kepada nabi Muhammad

16. Salam pertama

17. Niat keluar sholat

18. Tartib sesuai urutan yang telah disebutkan di atas

Tetapi secara umum ulama sepakat jika ada 13 rukun yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang melaksana Sholat wajib maupun sunnet.

3 Perkara yang Tidak Membuat Sah sholat

Lalu apa saja yang membuat sholat tidak sah Sholat berikut ini ada 3 perkara.

Terkait dengan tiga perkara ini diungkapkan oleh Ustaz Hendra Zainuddin Pimpinan Ponpes Aulia Cendikia sebagai berikut ini:

1. Seseorang meninggalkan rukun di dalam sholatnya terutama takbiratul ihram maka, sholatnya tidak sah, baik ia meninggalkannya dengan sengaja atau karena kelupaan, sebab sholatnya belum terlaksana.

2. Kemudian meninggalkan rukun selain takbiratul ihram dengan sengaja maka sholatnya tidak sah.

3. Meninggalkan rukun sholat selain takbiratul ihram karena lupa maka ia tidak terlepas dari keadaan-keadaan khusus.

Maka perhatikan keadaan khusus yang dimaksud.

1. Ketinggalan Satu Rukun Wajib Sujud Sahwi

Jika ia sudah melaksanakan rukun yang ditinggalkannya pada rakaat yang kedua, maka rakaat yang ketinggalan salah satu rukun tersebut dibatalkan, kemudian rakaat yang selanjutnya menempati tempatnya (menjadi rakaat yang pertama) dan ia berkewajiban melakukan sujud sahwi setelah salam.

2. Rukun Ditinggalkan pada rakaat kedua

Kedua, jika ia belum melaksanakan rukun yang ditinggalkannya pada rakaat kedua maka ia wajib kembali ke rukun yang ditinggalkan tersebut dan berkewajiban melanjutkan serta melakukan sujud sahwi setelah salam.

3. Belum Dipisahkan oleh Jarak dan waktu

Dalam pentunjuk yang Ketiga, jika ia teringat dengan rukun sholat yang tertinggal setelah sholat, namun jarak waktunya masih dekat dan belum dipisahkan oleh jarak waktu yang lama seperti orang yang lupa rukuk dan sujud maka ia mengulangi satu rakaat yang sempurna termasuk tasyahud akhir dan memberi salam kemudian sujud sahwi dan memberi salam.

Tata Cara Sujud Sahwi

Dalam hadit Rasulullah SAW disebutkan:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat bersama kami lima raka’at. Kami pun mengatakan, “Wahai Rasulullah, apakah engkau menambah dalam salat?” Lalu beliau pun mengatakan, “Memang ada apa tadi?” Para sahabat pun menjawab, “Engkau telah mengerjakan salat lima raka’at.” Lantas beliau bersabda, “Sesungguhnya aku hanyalah manusia semisal kalian. Aku bisa memiliki ingatan yang baik sebagaimana kalian. Begitu pula aku bisa lupa sebagaimana kalian pun demikian.” Setelah itu beliau melakukan dua kali sujud sahwi.” (HR. Muslim).

Terkait dengan hal ini diungkapkan Ustaz Mustain Pimpinan Ponpes Miftahul Huda dalam tausiyahnya seperti dikutip Sripoku.com, bahwa disebutkan dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, 3/99, Darul Ma’rifah, 1379.

Tata cara sujud sahwi cukup dengan melakukan sujud sahwi

- Bertakbir untuk sujud pertama,

- lalu sujud

- Kemudian bertakbir lagi untuk bangkit dari sujud pertama dan duduk sebagaimana duduk antara dua sujud (duduk iftirosy).

- Lalu bangkit, setelah itu bertakbir dan sujud kembali.

- Lalu bertakbir kembali, kemudian duduk tawaruk.

- Setelah itu salam, tanpa tasyahud lagi sebelumnya.

Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved