Dedikasi Tanpa Pamrih, Pria ini Rela Terobos Hujan Deras dan Banjir Selutut Demi Antar Buku ke Murid

Demi memberikan materi pelajaran kepada para muridnya yang berada di Kampung Pituru, Sabah, Malaysia pria ini rela menerobos hujan lebat serta banjir.

Penulis: Ahmad Sadam Husen | Editor: Sudarwan
BERNAMA
Seorang petugas sekolahan asal Malaysia yang rela menerobos hujan deras dan banjir selutut orang dewasa demi mengantarkan materi pelajaran kepada siswa yang tak punya koneksi internet. 

SRIPOKU.COM, MALAYSIA -- Dedikasi yang ditunjukkan pria yang bekerja di sebuah sekolah di Malaysia ini benar-benar patut diacungi jempol.

Bayangkan saja, demi memberikan materi pelajaran kepada para muridnya yang berada di Kampung Pituru, Sabah, Malaysia pria ini rela menerobos hujan lebat serta banjir setinggi lutut orang dewasa.

Dilansir dari World of Buzz, pria berusia 23 tahun ini bernama Shafiq Shazwan Juhen.

Shafic bekerja sebagai pegawai di Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Pekan II Kota Belud.

Namanya menjadi viral setelah foto ketika ia mengantarkan materi pelajaran sembari menerobos hujan dan banjir viral di media sosial.

Menurut Shafiq, semua materi pelajaran tersebut harus diantarkan karena lebih dari 20 murid ternyata memiliki koneksi internet yang buruk dan tak bisa mengikuti pelajaran secara online.

Pria berusia 23 tahun ini bernama Shafiq Shazwan Juhen. Shafic bekerja sebagai pegawai di Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Pekan II Kota Belud.
Pria berusia 23 tahun ini bernama Shafiq Shazwan Juhen. Shafic bekerja sebagai pegawai di Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Pekan II Kota Belud. (BERNAMA)

===

"Mereka kesulitan belajar online karena koneksi internet di desanya lambat, apalagi kalau hujan."

"Banyak dari mereka rela menunggu demi bisa belajar, jadi aku tak mau mereka ketinggalan pelajaran," ujar Shafiq saat diwawancarai BERNAMA.

Kisah Shafiq bermula pada 17 Desember 2020 lalu, di mana saat itu semua guru di sekolah berniat mengantarkan materi pelajaran kepada para siswa yang tinggal di Kampung Pituru.

Mendengar hal ini, Shafiq langsung menawarkan diri untuk mengantarkan semua materi pelajaran tersebut.

"Agar tak ada yang basah kena hujan, semua kubungkus dalam plastik."

"Mobil juga tak bisa lewat, jadi tak ada pilihan lain selain berjalan menembus banjir," ujar Shafiq.

Shafiq menjadi viral setelah foto ketika ia mengantarkan materi pelajaran sembari menerobos hujan dan banjir viral di media sosial.
Shafiq menjadi viral setelah foto ketika ia mengantarkan materi pelajaran sembari menerobos hujan dan banjir viral di media sosial. (BERNAMA)

===

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved