Breaking News:

Vaksin Covid 19

Jadwal Vaksinasi pada Bulan Ramadan Dilakukan Malam Hari 

Program vaksinasi akan terus dilaksanakan pada bulan Ramadhan mendatang, untuk tidak mengganggu kenyamanan berpuasa penyuntikan dilakukan malam hari.

Editor: Sutrisman Dinah
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Pemberian vaksin Covid-19 tahap kedua di Jakarta, menyasar pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu lalu. 

SRIPOKU.COM --- Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemberian suntik vaksin Covid-19 akan tetap berjalan saat puasa Ramadhan mendatang. Menurut jadwal, pertengahan bulan April, umat Islam akan mulai berpuasa.

Jadwal vaksinasi rencananya akan diubah jadi malam hari.

"Pada bulan puasa, kemungkinan kita akan tetap vaksinasi, yaitu di malam hari. Yang di siang hari daerah-daerah nonmuslim," kata Jokowi, disiarkan dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (20/02/2021).

Terkait program vaksinasi, menurut presiden, sampai sejauh ini ketersediaan vaksin Covid-19 masih menjadi masalah utama dalam pelaksanaan program vaksinasi secara menyeluruh.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia, Ini Link dan Cara Daftarnya

Baca juga: Vaksinasi Tahap 2 Mulai Maret 2021, Ada 72 Fasilitas Kesehatan Disiapkan Pemerintah Kota Palembang

Pemerintah memprediksi, ketersediaan vaksin Covid-19 baru akan memadai pada pertengahan tahun 2021.

"Yang masih jadi problem adalah jumlah vaksin yang ada. Itu akan mencapai titik angka yang paling baik pada semester kedua. Mungkin sebulan bisa 30-40 juta. Bulan Juni atau Juli baru menginjak angka itu," kata Presiden.

Hal lain yang menjadi persoalan yaitu tenaga vaksinator. Sebab, 30.000 tenaga vaksinator yang ada saat ini, persebarannya tidak merata.

Pelaksanaan vaksinasi provinsi satu dengan lain kecepatannya berbeda, sangat tergantung dengan tersedia tenaga vaksinator di lapangan.

Pemerintah akan menambah tenaga vaksinator dari Kementerian Kesehatan dan TNI-Polri. Menurut rencana, ada 30.000 tenaga vaksinator dari Kemenkes, dan 9 ribu tenaga vaksinator dari TNI-Polri.

Baca juga: Tercantum Dalam Pepres, Apa Sanksi Jika Menolak Pemberian Vaksin Covid-19 ?

"Sehingga mencapai katakan 40.000. Kalau satu vaksinator bisa (menyuntik) 30 (orang), berarti sehari 1,2 juta," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved