Breaking News:

Hacker Asal Lahat

Bocah Asal Lahat, SEmpat Bikin Kalang Kabut Kejagung, Mahir Retas Data: Dijual Rp400 Ribu

Ia berhasil membobol database Kejaksaan RI yang kemudian dijual oleh hacker yang tergolong masih di bawah umur ini.

istimewa
Konferensi pers Kejaksaan RI terkait tindak peretasan database Kejaksaan RI yang dilakukan anak di bawah umur pada Jumat (19/2/2021) 

Edi mengaku kurang melakukan pengawasan terhadap anaknya. Atas perbuatan anaknya itu, Edi menyampaikan permohonan maaf kepada institusi Kejaksaan tertinggi di Indonesia.

"Atas nama orang tua, kami dengan anak saya sini datang tanpa ada paksaan dan kebetulan juga layanan di Kejagung ini bukan main-main, saya mengakui anak saya itu salah. Anak saya itu masih di bawah umur dan saya juga mengakui kurang pengawasan," kata Edi.

Diketahui, MWF dan kedua orang tuanya dibawa ke Jakarta dari Lahat, Sumatra Selatan pada Kamis (18/2/2021) kemarin.

Mereka dimintai keterangan oleh Kejaksaan Agung setelah berhasil diidentifikasi atas kasus peretasan data Kejaksaan RI.

Meski perbuatan MFW melanggar hukum, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin memberi instruksi agar tak melanjutkan proses hukum terhadap MFW.

Pasalnya, pelaku masih di bawah umur dan telah berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi.

"Karena yang bersangkutan yakni MFW dan orang tua telah membuat surat pernyataan secara langsung dan berjanji akan mendidik, maka tidak dilanjutkan pada proses hukum. Orang tuanya berjanji akan mengontrol anaknya untuk tidak melakukan perbuatan serupa di kemudian hari," tambah Leonard.

Dari hasil penelusuran didapatkan Total Database yang diperjualbelikan sebesar 500 Mb dengan Total Line Database sebanyak 3.086.224 dan dijual seharga 8 Credit (Sekitar Rp.400.000 (empat ratus ribu rupiah).

Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa sumber data yang dijual merupakan data yang ada pada Website Kejaksaan RI dengan tautan https://www.kejaksaan.go.id.

Data tersebut bersifat terbuka untuk umum atau publik dan tidak terhubung secara langsung dengan data base kepegawaian yang ada pada aplikasi Simkari. (Fandi Permana)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Hacker yang Bobol Database Kejagung Ternyata Bocah 16 Tahun Asal Sumsel, Motifnya Cuma Iseng, https://wartakota.tribunnews.com/2021/02/20/hacker-yang-bobol-database-kejagung-ternyata-bocah-16-tahun-asal-sumsel-motifnya-cuma-iseng?page=all.
Penulis:
Editor: Feryanto Hadi

Editor: Wiedarto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved