Breaking News:

Lumpang Batu Tersembunyi di Kebun Kopi Desa Bandar Aji, Benda Purbakala Berumur Ribuan Tahun

tim lembaga Kebudayaan dan Pariwisata Panoramic of Lahat,menemukan Lumpang Batu tiga lobang diDesa Bandar Aji,  Kecamatan Jarai,  Kabupaten Lahat.

sripoku.com/edhi
Penemuan lumpang batu di Kecamatan Jarai-Lahat. 

SRIPOKU.COM, LAHAT - Perjalanan tim lembaga Kebudayaan dan Pariwisata Panoramic of Lahat, kembali menyikap benda bersejarah yang selama ini tersembunyi di Bumi Seganti Setungguan. 

Benda bernilai tersebut ditemukan di Desa Bandar Aji,  Kecamatan Jarai,  Kabupaten Lahat, oleh Mario Andramartik, Bayu , Yandi juga turut serta Kabid Kebudayaan Bambang Aprianto, Penggiat Budaya Yeen Gustiance, Koordinator Jupel A. Rivai dan dua warga desa Bandar Aji kecamatan Jarai, Arumin dan Irianto. 

Benda bernilai sejarah tersebut yakni Lumpang Batu,  yang berada di kebun kopi milik warga setempat.  Ketua Panoramic of Lahat, Mario Andramartik mengatakan lumpang batu yang pihaknya temukan lumpang batu lubang tiga atau biasa disebut trilith di tepi Ayek Teghas.

Diceritakannya,pihaknya juga mendapati sebuah batu datar yang diperkirakan berusia ribuan tahun yang ditutupi rerumputan.

" Setelah kami bersihkan ternyata sebuah lumpang batu lubang tiga dengan pembatas pada setiap lubang. Lumpang batu kedua yang kami lihat ini sebelumnya tidak diketahui warga apalagi dilaporkan. Arumin bercerita bahwa dia sudah sejak tahun 1984 tinggal di desa Bandar Aji dan baru hari ini melihat langsung lumpang batu ini. Jadi lumpang batu ini baru ditemukan," kata Mario,  Jumat (19/2/2021).

Dilanjutkan Mario,  kemudian ia dan bersama tim dibawah oleh,  Irianto, ke arah kebun kopi lainnya yang berjarak sekitar 200 meter dari lumpang batu kedua, disini ada satu lumpang batu lubang tiga dengan ketiga lubang mempunyai ukuran diameter yang sama yaitu 14 cm. 

 "Kemudian saat kami kembali ke arah desa kami kembali melihat 3 onggokan batu yang berada di tepi jalan, setelah  diperiksa ternyata lumpang batu lubang dua. Hal ini sangat mengagetkan karena ketiga warga desa Bandar Aji ini yang sering melalui jalan ini tidak pernah tahu bahwa satu dari ketiga batu ini adalah lubang batu karena lubang tidak terlihat dari jalan,"ujarnya. 

Mario sendiri berucap sangat bersyukur karena bisa mengidentifikasi peninggalan leluhur bangsa berupa tinggalan megalitik. Dia berharap,  penemuan empat lumpang batu dapat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait agar peninggalan karya agung leluhur bangsa Indonesia ini tetap terjaga dan lestari. 

"Setelah dari Bandar Aji kami ke desa Gunung Megang kecamatan Jarai, disini kami bertemu dengan Staf Khusus Bupati Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Matcik, SH, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Suhirdin beserta tim. Kami bersama melakukan kunjungan ke situs bilik batu di desa Gunung Megang sekaligus sosialisasi dan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Lahat terhadap peninggalan situs megalitik yang berada di Kabupaten Lahat,"tambahnya.  (ean)

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved