Breaking News:

Berita OKI

Kisah M Fathoni, 25 Tahun Jadi Guru Honorer di SD Negeri 1 Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)

"Saya mulai ngajar di SD sejak tahun 1996. Alhamdulillah ada peluang PPPK ini saya ikut dan ternyata lolos," ungkap Fathoni

SRIPOKU.COM/Nando Zein
M Fathoni guru Sekolah Dasar Negeri 1 Cengal, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) setelah dilantik menjadi PPPK di halaman Kantor Bupati OKI, Kamis (18/2/2021). 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Kesabaran dan kegigihan M Fathoni dalam mengajar serta mendidik para siswa atau siswi akhirnya membuahkan hasil.

Pasalnya hampir 25 tahun dirinya menjadi tenaga pengajar honorer di Sekolah Dasar Negeri 1 Cengal, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Hari ini, ia resmi diangkat dan dilantik sebagai salah satu tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bersama 173 pegawai lainnya di halaman kantor Bupati OKI, Kamis (18/2/2021).

"Saya mulai ngajar di SD sejak tahun 1996. Alhamdulillah ada peluang PPPK ini saya ikut dan ternyata lolos," ungkap Fathoni saat ditemui seusai pelantikan.

Saat diwawancarai oleh Tribunsumsel.com, Fathoni tak henti-hentinya mengucapkan kalimat syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Meski cukup lama mengabdikan diri tapi masa bhakti saya sejak ini dilantik hingga tahun 2028 nanti, atau kurang lebih 7 tahun lagi saya pensiun," ujarnya.

Fathoni yang saat ini berusia 53 tahun, menceritakan kisah awal dirinya menjadi tenaga pengajar di SDN 1 Cengal yang dimulai saat ia berumur 28 tahun dimana pada awalnya memang belum memiliki ijazah jurusan keguruan.

"Awalnya saya mulai ikut mengajar itu hanya tamatan MAN (Madrasah Aliyah Negeri). Sehingga pengangkatan jadi guru tetap, memang agak lama.

Kemudian, saya putuskan untuk mengejar ijazah S1 keguruan sambil tetap mengajar dan baru mendapat ijazah S1 tahun 2014," ujarnya menambahkan tidak pernah pindah-pindah sekolah kala mengajar.

Kebahagiaan tak terhingga dirasakan Fathoni dan juga keluarganya yang turut hadir menyaksikan dirinya dilantik.

"Ya saya senang sekali ada kesempatan mengikuti PPPK, yang pertama dapat mengabdi kepada negara dan masyarakat yang kedua ada kesempatan meningkatkan kesejahteraan keluarga saya," ujarnya.

Masih kata Fathoni, menjadi seorang guru memang pekerjaan yang mulia namun keinginan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan hidup keluarganya terus ia harapkan sejak dulu.

"Dari gaji guru honor biasa sekarang bisa mendapatkan gaji yang sesuai dengan apa yang ditetapkan di peraturan perundang-undangan, semoga membawa berkah," ujarnya. (Nando Zein)

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved