Marie Thomas Wanita Pertama Indonesia di Google Doodle Sosok Kartini Dunia Medis dan Dokter Pejuang
Karena dia memang berjuang tampa pamrih, dia memang seorang Dokter Pejuang di masa penjajahan.
Pendidikan
Dokter Marie Thomas adalah lulusan Sekolah Pendidikan Dokter Hindia (STOVIA atau Sekolah tot Opleiding van Indische Artsen) pada tahun 1922.
Perlu diketahui, School tot Opleiding van Indische Artsen ( STOVIA) atau sekolah kedokteran masa Hindia Belanda dibentuk pada 1 Maret 1902.
Pada awal abad ke-20, dokter-dokter lulusan STOVIA menjadi pionir dalam bidang penelitian kedokteran di Indonesia.
STOVIA berhasil mencetak banyak dokter-dokter yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Lewat STOVIA, semangat kebangkitan nasional terbentuk dan pada masa itu dikenal sebagai masa kebangkitan nasional.
Selain itu juga menjadi masa yang penting bagi pendidikan kedokteran di Indonesia.
Menggebrak Pendidikan untuk Wanita dan Dunai Medis
Sosoknya memang tak terlupakan, dialah sosok Kartini di dunia medis dan dunia pendidikan, dia muncul dan melawan stigma lama jika sekolah kodokteran hanya untuk pria saja.
Yap, diketahui di awal, sekolah kedokteran STOVIA hanya menerima murid laki-laki saja.
Namun, pada 1912 masuk seorang perempuan asal Sulawesi Utara bernama Marie Thomas ke STOVIA.
Ia merupakan perempuan pertama Indonesia yang masuk ke sekolah kedokteran STOVIA Jakarta tersebut.
Dokter perempuan pertama
Dalam buku Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Sulawesi Utara (1978) karya Bambang Suwondo, di daerah Minahasa sudah sejak sebelum kedatangan bangsa barat kaum wanita dipandang sederajat dengan kaum laki-laki.
Di sekolah yang diselenggarakan Zending maupun pemerintah, terdapat murid-murid perempuan bercampur dengan murid laki-laki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sosok-marie-thomas-kartini-dunia-medis-dan-pendidikan.jpg)