Breaking News:

Ustadz Kemal Ingatkan Juleha Penyebab Unggas Jadi tidak Halal

“30 anggota Juleha Sumsel ini diwajibkan mengikuti pelatihan juru sembelih halal berupa teori dan praktik. Fiqih hingga pemahaman teknis dipelajari."

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: aminuddin
ist
JULEHA : Pembina Juleha Sumsel, Ustadz Kemas Muhammad Ali memberikan Pelatihan Anggota Juru Sembelih Halal (Juleha) Angkatan I di Asrama Haji Palembang, Sabtu (13/2). (SRIPOKU.COM/IST) 

Selain mendapatkan pemahaman teori, peserta juga mendapat pelatihan praktik penyembelihan.

Baca juga: Detik-detik Ustaz Meninggal dengan Golok di Tangan saat Sembelih Kurban, Ternyata Inilah Sebabnya

Selain Ustadz Kemas M Ali yang memberi materi fikih, peserta juga mendapat pembekalan teknis Juleha dari drh Rahmat Budi Susetya dan Pembekalan Penyiapan peralatan penyembelihan oleh Ustadz Rahman. 

“Niat kami membuka akses bagi setiap orang yang mendukung gerakan syiar sembelih halal untuk memperoleh pemahaman mengacu standar kompetensi menurut Kep. Menaker dan Transmigrasi Nomor 196 tahun 2014,” ujar Koordinator Humas dan Media Juleha Sumsel, Bagus Sahputra.

Menurut Bagus, aktivitas setiap orang yang telah terdaftar dan mengikuti pelatihan, memudahkan Juleha Sumsel mensyaratkan setiap aktivitas penyembelihan harus sesuai Fatwa MUI Nomor 12 Tahun 2009 tentang Standar Sertifikasi Sembelih Halal, Standar Nasional Indonesia Pemotongan Unggas (SNI 99002:2016) dan Standar Pemotongan Halal Pada Hewan Ruminansia (SNI 99003:2018). 

Baik pada saat penyembelihan hewan kurban maupun untuk konsumsi sehari-hari.

Dengan demikian, setiap aktivitas penyembelihan yang dilakukan anggota Juleha Sumsel memiliki standar resmi dan baku, mulai dari tata cara, peralatan, APD, hingga teknik yang digunakan.

“Ini adalah ikhtiar kami untuk syiar sembelih halal.

Menyiapkan juru sembelih yang teredukasi, melakukan praktik/kegiatan sembelih halal sembari memberi pemahaman dan pelayanan kepada umat muslim,” urai Bagus. 

Anggota Juleha Sumsel yang terdaftar, kelak mendapat kesempatan untuk direkomendasi mengikuti vokasi, uji kompetensi, dan sertifikasi badan nasional sertifikasi profesi (BNSP) baik biaya mandiri atau biaya negara. 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved