Tuduhan Din Syamsuddin Radikalisme

Said Didu Curiga Ada Arahan Khusus Terkait Tuduhan Terhadap Din Syamsuddin Radikalisme

Satu per satu tokoh dan publik figur keagamaan dilaporkan ke pihak berkompetan dengan tuduhan radikal dan sejumlah tuduhan lainnya.

Editor: Salman Rasyidin
(Kompas.com)
Din Syamsuddin. 

SRIPOKU.COM—Satu per satu tokoh dan publik figur keagamaan dilaporkan ke pihak berkompetan dengan tuduhan radikal dan sejumlah tuduhan lainnya.

Dan adalah Din Syamsuddin, mantan ketua MUI dan Ketua PP Muhammdiyah dilaporkan dengan tuduhan radikalisme.  

Berbagai komentar dan reaksi dari masyarakat menyorot pelapor yang melaporkan  Din Syamsuddin  ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Mengutip WARTAKOTALIVE.COM yang mewartakan bahwa dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin dilaporkan atas tuduhan radikalisme oleh Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni Institut Teknologi Bandung ( ITB).

Ia dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Sejumlah pihak pun mempertanyakan motif dari laporan tersebut.

Adalah

Muhammad Said Didu(KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA )
Muhammad Said Didu(KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA ) (KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA)

dalam akun Twitternya menyebut tudingan itu "sangat mengherankan dan tidak masuk akal."

Said Didu curiga, ada sebuah arahan untuk menjatuhkan Din Syamsuddin yang belakangan sering memberikan kritiknya kepada pemerintah.

"Saya sangat heran dan sangat tidak masuk akal kalau ada pihak yg menuduh prof Dien Syamsuddin sebagai orang yang radikal. Atau apakah memang ada "arahan" bahwa semua orang yang tidak mau menjilat harus dituduh radikal dan dilaporkan?" tanya Said Didu, Jumat (12/2/2021)

Selain Said Didu, sejumlah tokoh lain juga keheranan Din Syamsuddin dituding radikal.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid memberikan pandangan terkait pelaporan itu yang menurutnya tidak masuk akal.

Hidayat mencontohkan, belum lama ini Prof Din Syamsudin baru saja menjadi pembicara Perayaan Al Azhar (Mesir) untuk Hari Persaudaraan Kemanusiaan se-Dunia.

Kegiatan itu merupakan even internasional untuk mengarusutamakan moderasi menolak radikalismeyang diinisiasi oleh Syekh Al Azhar bersama Paus Fransiscus.

“Maka sangat tidak rasional dan aneh bila tokoh terhormat yang diterima dan dikenal luas sebagai antiradikalisme dan sangat moderat sekelas Prof Din itu malah dituduh radikal,” kata Hidayat melalui siaran pers di Jakarta

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved