Begini Wajah Kombes Pol Irvan Jika Tanpa Masker, Kapolrestabes Palembang Eks Karo SDM Polda Sumsel

Bahkan, ketika awak media meliput kegiatan polisi nomor satu di Palembang itu, masker tetap ia pasang meski sedang tidak bersama orang lain.

Penulis: Andi Wijaya | Editor: Refly Permana
dokumen pribadi
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira SIK MSi. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Wajah Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira, mungkin jarang terlihat secara jelas.

Ketat mengikuti protokol kesehatan, mantan Karo SDM Polda Sumsel itu begitu sering memakai masker.

Bahkan, ketika awak media meliput kegiatan polisi nomor satu di Palembang itu, masker tetap ia pasang meski sedang tidak bersama orang lain.

10 Hal Penyebab Doa Tak Dikabulkan Allah SWT Termasuk Mencari Aib Orang Hingga Tak Pernah Bersyukur

Seperti yang diketahui, Kombes Pol Irvan Prawira SIK MSI di awal 2021 ditempatkan menjadi Kapolrestabes Palembang menggantikan Kombes Pol Anom Setyadji.

Setelah menjadi Polri, Irvan mengatakan, ia pernah tugas di Jakarta di bagian lalu lintas. Selain di dunia kepolisian, seputar lalu lintas juga membawanya menjadi dosen di Sekolah tinggi Manjemen Trisakti.

Dari sini, Irvan mengaku mendapat teman dari stakeholder lalu lintas, seperti Dinas Perhubungan, Dinas PU, dan membuatnya menjadi salah satu anggota dewan transportasi di Jakarta.

"Saya banyak belajar dengan para pakar lalu lintas. Saya menyenangi lalu lintas itu, termasuk ketika pak Kapolri yang baru ini menyatakan bahwa tilang itu seyogyanya tidak lagi bertemu pelanggar dan petugas di lapangan.

Udah Tak Sanggup MENGEjutkan Amanda Manopo Beri Sinyal Mundur?, Bagaimana Nasib Ikatan Cinta

Ini saya tertarik, mungkin dalam minggu-Minggu ini saya akan katakan ke pak Walikota Palembang boleh tidak kota Palembang ini di jadikan contoh. Tilang elektronik agar berjalan," kata Irvan.

Mengenai Palembang, Irvan mengatakan merupakan kota yang bagus, asri, dan nyaman. Kota metropolitan yang segala fasilitas sudah bisa dinikmati masyarakatnya.

"Orangnya senang bekelakar, nongkrong, jadi untuk pri kehidupan Palembang itu nyaman," kata Irvan.

Jadi, menurut Irvan, permasalahan di Palembang ini kalau bisa dibicarakan mungkin relatif semua bisa diselesaikan.

Tetapi, jika komunikasi tersebut tersumbat, disitulah problem akan timbul, terlebih masyarakat di Palembang masih suka membawa senjata tajam.

Jalan di Tebing Simpai Desa Tenang Berangsur Normal Pasca Tertimbun Longsor, 4 Desa Sempat Terisolir

"Oleh itulah, saya mendukung maklumat Kapolda Sumsel, jangan membawa senjata tajam.

Saya jujur sedih beberapa orang mengatakan itu budaya orang Palembang, yang bener bawa sajam itu bukan budaya.

Oleh itu saya bilang ke anggota saya untuk tindak kejahatan dengan menggunakan sajam tidak di toleril.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved