Kabar Nusantara

GEMPAR Ratusan Warga Buru Batu Rak di Kuburan, 3 Hari Bisa Kumpulkan Rp 100 Juta

Batu rak adalah sebutan warga lokal untuk batu yang dinilai mengandung mineral timah.

Tayang:
Editor: Wiedarto
IST/Mustopa
Sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Kimak Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka sejak satu bulan terakhir ini beramai-ramai mencari batu rak, yaitu batu yang mengandung bijih timah kadar tinggi di lahan kosong TPU Desa Kimak. 

Kata dia, batu rak ini dijual pedagang pengepul kepada bos pengusaha smelter timah untuk dileburkan menjadi timah balok di smelter timah.

Jika dihaluskan, massa beratnya hampir sama dengan timah.

"Kami dengar batu rak ini dileburkan kembali di smelter timah untuk jadi timah balok," tukasnya.

5. Ada empat lokasi lain

Yan menyebut, selain di perkuburan tersebut, sebelumnya di Desa Kimak ini sudah ada ditemukan 4 lokasi lainnya berisi kumpulan batu rak yang sama.

"Sebelum lokasi kawasan TPU ini sudah lebih dulu ditemukan empat lokasi lain batu rak yang sudah diambil dan dikumpulkan masyarakat Desa Kimak ini, jadi penemuan batu rak ini bukan hal yang baru bagi warga di sini," ujarnya.

Diungkapkannya selama dua hari sebelumnya warga boleh mencari batu rak sendiri-sendiri tetapi hari ketiga ini warga harus berkelompok atau membentuk tim terdiri dari 5-7 orang untuk mencari batu rak dan hasilnya dibagi rata untuk seluruh anggota kelompoknya.

"Alhamdulillah paling sedikit satu orang bisa dapat Rp 200.000 hingga Rp 1 jutaan bahkan lebih dalam satu harinya," ungkapnya.

6. ESDM Babel akan terjun ke Desa Kimak

Penyelidik Bumi, Dinas ESDM Provinsi Bangka Belitung, Ervina Puri Utami, belum bisa berkomentar banyak terkait temuan batu masyarakat Desa Kimak tersebut.

Namun melalui foto dan informasi yang didapatkan dia menduga batu tersebut merupakan kalsedon, varian dari jenis batu kuarsa berwarna hitam.

"Dikarenakan informasi yang belum jelas dan hanya melalui foto, dugaan sementara batu rak yang sedang di viral di Desa Kimak merupakan kalsedon yaitu varian dari jenis kuarsa yang berwarna hitam,"jelas Ervina kepada Bangkapos.com, Kamis (4/2/2021).

Ervina Puri Utami, juga menambahkan, batu tersebut juga dapat bernilai ekonomis apabila dipoles secara baik.

"Jika dipoles akan bernilai ekonomis seperti batu mulia lainnya. Kemudian dalam pemberitaan memiliki kandungan timah tinggi maka kemungkinan merupakan timah primer," lanjutnya.

Namun, keterangan yang Ervina sampaikam tersebut, barulah dugaan sementara.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved