Kabar Nusantara

GEMPAR Ratusan Warga Buru Batu Rak di Kuburan, 3 Hari Bisa Kumpulkan Rp 100 Juta

Batu rak adalah sebutan warga lokal untuk batu yang dinilai mengandung mineral timah.

Tayang:
Editor: Wiedarto
IST/Mustopa
Sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) warga Desa Kimak Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka sejak satu bulan terakhir ini beramai-ramai mencari batu rak, yaitu batu yang mengandung bijih timah kadar tinggi di lahan kosong TPU Desa Kimak. 

"Ada sekitar 500 KK warga Desa Kimak yang bekerja mencari batu rak ini , dimana setiap kg hasil yang didapatkan sebesar Rp 500 per kg disumbangkan untuk pembangunan masjid Desa Kimak," ujar Mustopa.

Yan, warga Desa Kimak, juga menyebut sebagian hasil pencarian batu kimak digunakan untuk pembangunan masjid.

Dia menyebut pada hari pertama penggalian batu rak ini dihargai Rp 25.000 per kg, lalu di hari kedua turun menjadi Rp 20.000 per kg.

"Dan sore ini turun lagi menjadi Rp 17.500 per kg, memang ada kesepakatan warga untuk membantu menyumbang untuk pembangunan masjid dan ke yayasan," katanya.

3. Rp 100 Juta dalam 3 Hari

Kades Kimak Mustopa, menyebut, selama tiga hari saja, diperkirakan sudah sekitar 5 ton lebih batu rak berhasil dikumpulkan masyarakat Desa Kimak.

Jika mengambil harga rata-rata per kilogramnya senilai Rp20 ribu saja, maka dalam tiga hari total rupiah yang dihasilkan warga dari aktivitas ini adalah sekitar Rp100 juta.

"Dari pengalaman sebelumnya di lokasi penemuan batu rak terdahulu biasanya bisa mencapai 15 ton bahkan lebih baru rak yang berhasil dikumpulkan masyarakat," ujarnya.

Mustopa menyebut, warga luar tak boleh ikut menggali mencari batu rak ini.

Satu di antara alasannya karena pandemi Covid-19.

" Untuk keamanan kegiatan ini saya selaku kades bertanggungjawab menjaga situasi masyarakat tetap aman dan kondusif karena tidak ada warga luar yang boleh ikut menggali batu rak di sini selain warga desa kami, mereka ini juga tidak pernah jalan-jalan ke luar daerah dan saling kenal, mudah-mudahan tidak ada penularan wabah Covid-19," ujar Mustopa.

4. Batu bekas leburan timah zaman China dan penjajah belanda

Menurut Yan, batu rak ini laku dijual karena mengandung logam timah.

Dia menyebut batu rak merupakan batu bekas leburan timah jaman singkek atau penjajah Belanda dulu.

"Batu rak ini kalau jaman dulu orang menyebutnya buih timah bekas peleburan bijih timah, jadi kemungkinan jaman Singkek atau jaman Belanda dulu daerah ini merupakan lokasi peleburan bijih timah atau dapur peleburan bijih timah," kata Yan, warga Desa Kimak yang ditemui di lokasi, Kamis (04/02/2021) sore.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved