Pemprov Kaji Pembukaan Kembali Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Isolasi Mandiri Tidak Efektif
Pemprov kaji pembukaan kembali rumah isolasi covid-19. Positivity rate sebesar 27, 68 persen, standar WHO 5 persen
Penulis: Jati Purwanti | Editor: Azwir Ahmad
Adapun angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sumsel tergolong tinggi atau 82,30 persen, kasus aktif menurun dibanding angka nasional dan kematian juga menurun atau hanya 4,90 persen.
"Tapi apa gunanya kasus positif terus bertambah, perlu ada tempat isolasi mandiri benar patuh atau sesuai syarat. Apalagi, gambaran kontak erat bisa jadi konfirmasi kontak erat 13 persen jadi konfirmasi," terang dia.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumsel, pada 2 Februari lalu positivity rate di Sumsel sebesar 27, 68 persen, sementara standar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 5 persen.
Dijelaskan Iche, penambahan kasus ini bukan karena pemeriksaan yang masif. Kondisi ini berbeda dengan kuantitas pemeriksaan yang dilakukan pemerintah.
"Saya bilang karena tes masif tapi itu dulu. Sekarang drop ke 20 persen ini gambaran kalau penularan di masyarakat masih terus terjadi dengan cepat," jelas dia.
Euforia masyarakat menyambut vaksin Covid-19 pun disinyalir turut menyumbang peningkatan kasus. Terutama, saat mobilitas meningkat sementara masyarakat mulai kendor dalam menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian
"Ini juga karena informasi keliru sehingga masyarakat kurang percaya dengan pemerintah. Informasi dokter meninggal berpengaruh padahal hasil klarifikasi bukan karena vaksin," kata Iche.(mg3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/mawardi-yahya-rumah-sehat-covid-19.jpg)