Breaking News:

Pemprov Kaji Pembukaan Kembali Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Isolasi Mandiri Tidak Efektif

Pemprov kaji pembukaan kembali rumah isolasi covid-19. Positivity rate sebesar 27, 68 persen, standar WHO 5 persen

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Azwir Ahmad
Dok. Humas Pemprov Sumsel
Wakil Gubernur Provinsi Sumsel H. Mawardi Yahya melakukan peninjauan jelang penutupan sementara rumah sehat Covid-19 Senin (31/8), di Wisma Atlet Jakabaring. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah provinsi Sumatra Selatan tengah mengkaji konsep berupa opsi tempat isolasi bagi pasien Covid-19.

Adapun tiga opsi tersebut yaitu pembukaan kembali Rumah Sehat Covid-19 Jakabaring, pengaktifan rumah sakit darurat dan tempat isolasi di tiap kabupaten dan kota di Sumsel .

"Kami memberikan saran kepada Dinas Kesehatan untuk menyediakan tempat isolasi. Ini Belum final atau masih dalam kajian sebelum disampaikan ke dinas kesehatan" ujar Asisten III Gubernur Sumsel, Edwar Juliartha, usai rapat  Tim Tenaga Ahli Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 perihal Kajian Tempat Isolasi Covid-19 di Command Center Pemprov Sumsel, Rabu (3/2/2021).

Edwar mengatakan, hingga kini belum dapat memastikan opsi terbaik yang nantinya akan dipilih. Hal ini karena masih akan dilakukan kajian terkait sumber daya yang akan ditugaskan di tempat isolasi, keuangan hingga tempat yang dipilih sebagai tempat isolasi.

"Opsi terdekat belum ada. Opsi ini ada plus dan minusnya, kendala juga. Masing-masing daerah pun belum semuanya memiliki tempat isolasi khusus. Nantinya ada rapat lanjutan dengan Dinas Kesehatan," kata dia.

Menurut Edwar, untuk menyiapkan tempat isolasi juga harus melihat dari sisi tipologi sebab hampir sama di semua daerah. Disiplin protokol kesehatan yang masih belum optimal pun termasuk hal pokok yang menjadi pertimbangan dalam penyediaan tempat perawatan khusus orang yang dinyatakan positif Covid-19.

"Infodemik yang membuat orang masih multitafsir Covid-19. Jika Covid-19 adalah aib dan persoalan vaksin. Penerapan protokol kesehatan di berbagai acara termasuk pernikahan pun masih belum bisa dikatakan baik," ujarnya lagi.

Menurut Epidemiologi Universitas Sriwijaya, Iche Andriany Liberty, ketersediaan tempat isolasi Covid-19 dinilai mendesak karena sejak beberapa bulan lalu atau sejak proporsi pasien yang melakukan isolasi mandiri telah mencapai 71,9 persen.

Apalagi, sejak Rumah Sehat Covid-19 Jakabaring ditutup, diyakini Iche, sudah termasuk urgen untuk kembali dibuka dengan pilihan tiga alternatif yang tengah disiapkan pemprov Sumsel.

"Sangat urgen karena berdasarkan data jumlah orang melakukan isolasi mandiri di Sumsel hingga 30 Januari itu 71,09 persen lakukan isolasi mandiri kasus aktif di Sumsel," ujar Iche.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved