Berita Palembang

Jika Ada Kadernya Membelot dari AHY, Langkah Ini Yang Akan Diambil DPD Partai Demokrat Sumsel

DPD Partai Demokrat Sumsel siap memberikan sanksi tegas jika ada kadernya terbukti membelot dari AHY ke pihak yang ingin melakukan kudeta tersebut.

Tayang:
Editor: adi kurniawan
Tribunsumsel.com/Arief
Sekretaris DPD Demokrat MF Ridho, buka suara terkait masa depan Partai Demokrat setelah diterpa isu kudeta. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Upaya sejumlah kader Demokrat yang hendak melakukan upaya "kudeta" ketua umum partai yang dipegang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ini terus menjadi perbincangan.

DPD Partai Demokrat Sumsel sendiri, siap memberikan sanksi tegas jika ada kadernya terbukti membelot, kepihak- pihak yang ingin melakukan kudeta tersebut.

"Saya selaku Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumsel baru hari ini mendengar, ada kader yang ternyata sinyalir ikut dalam pertemuan tersebut (upaya kudeta)."

"Tentunya ini akan menjadi agenda partai, untuk dapat memberikan sanksi, kalau yang bersangkutan masih merasa sebagai kader partai Demokrat," kata Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumsel MF Ridho, Selasa (2/2/2021).

Pria yang juga ketua fraksi Demokrat di DPRD Sumsel ini, nantinya akan melihat dan mendata kader Demokrat di Sumsel, yang nyata- nyata tidak setia kepada ketua umum AHY.

Baca juga: Jadi Saksi Dana Hibah Masjid Sriwijaya, Ketua DPD PDIP Sumsel Ini Mengaku Dicecar 17 Pertanyaan

Baca juga: Marzuki Alie Kirim WA ke SBY, Tak Terima dituduh Jadi Bagian Kelompok Kudeta Partai Demokrat

Baca juga: Dua Mantan DPR RI Asal Sumsel Ini Komentar Soal Kudeta Demokrat, Ada Terang-Terangan Dukung Moeldoko

"Tolong juga teman-teman ya, bisa berikan kami juga, siapa yang bersangkutan (kader) yang benar- benar menyatakan bahwa yang bersangkutan adalah hadir (di kelompok diluar AHY)," tandasnya.

Diakui Ridho, jika jajaran pengurus Demokrat di Sumsel baik DPD hingga DPC telah menyatakan sikap setiap mendukung AHY, dan ini ditunjukkan dalam pernyataan bertanda tangan di atas materai Rp 12 ribu.

Namun, jika ada diluar kepengurusan yang ada jika menyatakan Demokrat dibawah kepemimpinan AHY tidak bagus hal itu lumrah, sebagai orang yang kecewa dan tidak mendapat jabatan di kepengurusan.

"Ya, namanya orang kecewa pasti tidak ada yang benar di mata dia, tapi kita lihat justru sekarang Partai Demokrat ini elektabilitasnya sudah nomor tiga, dengan elektabilitas partai Demokrat nomor 3 maka dia akan berusaha untuk digoyang," ucapnya.

Dilanjutkan Ridho, partai Demokrat Sumsel dibawah kepemimpinan Ishak Mekki akan tetap tunduk dan taat terhadap aturan dipartai.

"Jadi kembali lagi, sepanjang ada buktinya berkaitan dengan usaha untuk melakukan kudeta itu, termasuk foto- foto pertemuan akan menjadi bahan laporan ke pimpinan pusat," tegasnya.

Sebelumnya beberapa kader Demokrat baik yang telah dipecat, ataupun mantan pendiri Demokrat dan sebagainya seperti Syowfatillah Mohzaib yang merupakan mantan anggota DPR RI fraksi Demokrat asal Sumsel telah menyatakan sikap untuk melakukan gerakan Kongres Luar Biasa (KLB) ataupun Munas Luar Biasa partai Demokrat untuk mengganti Ketum AHY.

Syofwatillah Mohzaib sendiri buka suara terkait keterlibatan dirinya, yang getol dalam menggoyang kursi ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat saat ini.

Menurutnya, ia bersama teman- teman mantan anggota DPR RI dari fraksi Demokrat, petinggi dan pendiri yang ada telah melakukan pertemuan, dan memikirkan nasib partai Demokrat kedepan.

"Saya kemarin ditelepon dan diminta ke Jakarta silaturahmi sama alumni FPD ( mantan DPR RI fraksi PD ) dan kawan- kawan mantan petinggi Demokrat dan pendiri."

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved