Breaking News:

Tanggapan Bank Sumsel Babel Terkait Spin Off Syariah & Konvensional 2023, Anggap Merger Lebih Baik

Achmad meyakini opsi yang lebih baik bagi Bank Sumsel Babel adalah merger, seperti yang dilakukan kepada tiga bank besar di tanah air. 

sripoku.com/jati
Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsuddin saat menyerahkan bantuan CSR kepada Pondok Pesantren Aulia Cendekia Palembang, Sabtu (16/1/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank Sumsel Babel belum memutuskan untuk melakukan pemisahan (spin off) pada Unit Usaha Syariah yang dimiliki.

Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsuddin, mengatakan hal tersebut merupakan opsi paling tepat bagi Bank Sumsel Babel saat ini.

"Karena saya menganggapnya bahwa sistem syariah dan konvensional itu hanya produk saja.

Ini adalah bagaimana kami terima nasabah. Bank Sumsel Babel bisa tawarkan apakah ingin akad syariah atau konvensional, begitu juga kredit," katanya, Jumat (29/1/2021). 

Baca juga: Spesifikasi All New Honda CBR150R, Motor Sport Berotot Tetapi Tetap Ringan, Harga OTR Palembang

Aturan kewajiban spin off unit usaha syariah disebutkan dalam UU Nomor 21 tahun 2008.

Dalam UU tersebut, spin off wajib dilakukan maksimal 15 tahun sejak UU diterbitkan atau paling lama pada 2023.

"Spin off tahun 2023 wajib ada menurut UU. Semoga tidak jadi karena bank harus tetap punya dua layanan syariah dan konvensional itu idealnya.

Sering kali di Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) ada inisiatif," tambah Achmad.

Kendati demikian, Achmad menyebutkan, akan tetap menyiapkan berbagai kesiapan untuk proses spin off yang diwajibkan pada tahun 2023. 

Baca juga: Bukan Pacar Lagi, Asmara DJ Katty Butterfly dan Aiman Rikcy Kandas, Kini Akui Ingin Fokus ke Anak

Halaman
123
Penulis: Jati Purwanti
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved