Musirawas Siaga Bencana, Ini Peta Desa Rawan Banjir, Puting Beliung dan Tanah Longsor
Kabupaten Musirawas mulai siaga terhadap bencana banjir. Selain itu juga waspada terhadap bencana tanah longsor dan angin puting beliung.
Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Azwir Ahmad
SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Memasuki puncak musim hujan, Kabupaten Musirawas mulai siaga terhadap bencana banjir.
Cukup beralasan karena beberapa wilayah di Kabupaten Musirawas termasuk dalam zona rawan banjir. Terutama diwilayah-wilayah yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS).
Selain banjir, warga Musirawas juga harus waspada terhadap bencana tanah longsor dan angin puting beliung.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musirawas, Darsan mengatakan, BPBD Sumsel telah memberi peringatan untuk antisipasi daerah Musirawas terhadap banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.
Karena akhir Februari sampai awal Maret 2021 diperkirakan intensitas hujan di Kabupaten Musirawas terdeteksi tinggi.
Untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam tersebut, BPBD Musirawas telah melaksanakan langkah-langkah sebagai antisipasi.
Antara lain penerbitan SK Bupati tentang siaga banjir tanah longsor dan puting beliung di Kabupaten Musirawas. Kemudian pihak BPBD juga telah menyiapkan peralatan dan menyiagakan personil stand by 24 jam.
"Personil Tim Reaksi Cepat (TRC) kita ada 30 orang. Mereka siaga 24 jam secara bergiliran, masing-masing shift sebanyak 10 orang. Selain personil, peralatan yang diperlukan dalam antisipasi bencana juga sudah dipersiapkan," kata Darsan kepada Sripoku.com, Jumat (29/1/2021).
Dikatakan, untuk wilayah-wilayah yang rawan banjir, pihaknya terus memantau dan monitoring debit air. Seperti di Sungai Musi, Kelingi dan sungai-sungai lainnya yang berpotensi banjir.
"Alhamdulillah sampai saat ini debit air sungai diwilayah kita masih normal, itu terus kita monitor. Memang sekarang sudah mulai hujan, tapi curahnya belum terlalu tinggi dan belum signifikan menaikkan debit air sungai," kata Darsan.
Dijelaskan, berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan BPBD Musirawas, terdapat beberapa wilayah di Kabupaten Musirawas yang masuk kategori rawan bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor.
Yaitu di Kecamatan Muara Lakitan, Kecamatan BTS Ulu Cecar, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kecamatan Muara Kelingi dan Kecamatan Megang Sakti.
Di Kecamatan Muara Lakitan ada beberapa desa, yaitu Desa Prabumulih I dan Desa Prabumulih II. Kemudian Kelurahan Muara Lakitan, Semangus, Lubuk Pandan, Semeteh, Sungai Pinang, Pendingan dan Desa Muara Rengas. Sementara di Kecamatan BTS Ulu meliputi beberapa desa yaitu Desa Sembatu Jaya, Lubuk Pauh, Ketoya, Pelawe dan Desa Bangun Jaya.
Adapun untuk Kecamatan STL Ulu Terawas meliputi Desa Srimulyo, Sukakarya, Sukamana, Sukamerindu dan Desa Sukorejo.
Baca juga: Bupati Musirawas H Hendra Gunawan: Tetap Syukur dan Sabar tak Boleh Putus Asa
Baca juga: Update Covid-19 di Kabupaten Musirawas, Kini Tembus 406 Kasus Positif, Tambah 1 Orang Meninggal
Baca juga: Musim Hujan, Kapolres Musirawas Beri Atensi ke Anggotanya, AKBP Efrannedy: Patuhi SOP
Selanjutnya di Kecamatan Muara Kelingi meliputi Kelurahan Muara Kelingi, Desa Pulau Panggung, Binjai, Bingin Jungut, Lubuk Tua, Lubuk Muda, Tanjung dan Desa Sungai Menang.
Dan diwilayah Kecamatan Megang Sakti meliputi Desa Jajaran Baru, Muara Megang, Megang Sakti II, Wonosari dan Desa Sukamenang. (ahmad farozi)