Breaking News:

Dorong UMKM Naik Kelas dan Bankable 

Kondisi  sejumlah komoditas utama ekspor Sumsel di tahun 2020 tidak mengalami kendala namun ada sedikit penurunan khususnya ke negara tujuan Tiongkok

kompas.com
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki 

SRIPOKU. COM, PALEMBANG - Pandemi covid-19 yang masih melanda tanah air membuat semua sektor ekonomi terdampak termasuk bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang paling banyak atau mendominasi pondasi ekonomi tanah air.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, pemerintah telah melakukan banyak upaya untuk mendorong pemulihan  ekonomi nasional dengan menggelontorkan program pendanaan bagi UMKM termasuk memberikan stimulus pada bagi pelaku usaha tersebut termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM Rp 2,4 juta.

Teten berharap upaya pemerintah ini bisa membuat UMKM tetap tumbuh dan berkembang dari mikro menjadi kecil, dari kecil menjadi menengah dan dari tidak dilayani bank menjadi Bankable.

"Pemerintah juga melakukan enam fokus membantu UMKM yang diharapakan bisa membuat UMKM naik kelas mulai dari membuat UMKM mampu bersaing di tingkat lokal, nasional hingga merambah pasar ekspor hingga meningkatkan rasio usaha dan sejumlah strategi lainnya," ujar Teten saat menyampaikan sambutan dalam Indonesia Economic Ideation secara virtual, Kamis (28/1/2021).

Teten menambahkan pemerintah juga menginstruksikan penguatan produk UMKM dengan menggerakkan konsumsi UMKM melalui kampanye cinta produk Indonesia sehingga haisl usaha dan produksi dalam negeri bisa naik dan meningkat.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Dr. Ekowati Retnaningsih, SKM., M. Kes, mengatakan kondisi  sejumlah komoditas utama ekspor Sumsel di tahun 2020 tidak mengalami kendala namun ada sedikit penurunan khususnya ke negara tujuan Tiongkok.

50 persen tujuan ekspor pulp dan paper ke Tiongkok dan hingga enam bulan ke depan tidak akan ada dampaknya karena telah menggunakan sistem kontrak yang telah disepakati sebelumnya.

Sementara itu dari sektor batubara juga tidak ada kendala dan penurunan pasokan batubara dari Tiongkok sempat membuat harga batubara naik, namun dari sisi proyek, sejumlah proyek terkendala pembangunannya karena penundaan sementara tenaga kerja asing dari Tiongkok.

Sementara dari sisi UMKM, pemulihan ekonomi dilakukan dengan cara mendorong agar UMKM go digital dengan menyerap produk UMKM atau bangga menggunakan produk buatan dalam negeri, membuat Bank Indonesia sebagai movement manager pada September 2020 lalu. 

"Upaya lainnya yang dilakukan mendorong UMKM digital dengan melakukan akselarasi digitalisasi UMKM dan mendukung operasional UMKM yang didorong dari sisi permodalan dan restrukturisasi kredit," tutupnya. (tnf)

Editor: aminuddin
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved