Breaking News:

14 Polisi Dipecat, PTDH Dipimpin Kapolda Sumsel, 12 Anggota Terbukti Narkoba dan 2 Anggota Disersi

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S., MM Melaksanakan Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) personel Polda Sumsel

Humas Polda Sumsel
Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S., MM Melaksanakan Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) personel Polda Sumsel  di lapangan apel, Jum’at (29/01/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - 14 personel Polda Sumsel diberhentikan secara tidak hormat dari profesinya sebagai anggota Polri.

Pemberhentian ke 14 personel ini dilakukan langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S., MM Melaksanakan Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) personel Polda Sumsel  di lapangan apel, Jum’at (29/01/2021).

Perlu diketahui bersama bahwa upacara PTDH ini merupakan salah satu wujud dan realisasi komitmen pimpinan Polri dalam memberikan sanksi hukuman bagi  personel yang melakukan pelanggaran baik disiplin maupun kode etik kepolisian.

Kapolda mengungkapkan bahwa rasa berat dan sedih untuk melakukan upacara ini karena imbasnya bukan hanya kepada yang bersangkutan saja, tetapi juga kepada keluarga besarnya. Namun untuk diketahui bahwa hal itu telah dilaksanakan melalui proses yang sangat panjang, penuh pertimbangan dan senantiasa berpedoman kepada koridor hukum yang berlaku, ungkapnya.

Adapun personel Polda Sumsel yang telah melanggar dan dijatuhkan rekomendasi PTDH ada 14 (empat belas) orang antara lain:

1. Aiptu AA, Brigadir Sium Polres Ogan Ilir, yang bersangkutan kasus narkoba, telah dilakukan tindak pemeriksaan urine terkait hal tersebut dan telah mengikuti Program Mang PeDeKa Jero ternyata urinenya dinyatakan reaktif metamohetamine (shabu).

2. Bripka H, Bintara Polrestabes Palembang, yang bersangkutan kasus narkoba, putusan Pengadilan Negeri Palembang dijatuhi hukuman penjara selama 6 (enam) tahun dan membayar denda sebesar Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar), dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara  selama 3 (tiga) bulan.

3. Bripka MS, Bintara Polres Ogan Ilir, yang bersangkutan kasus narkoba, telah dilakukan tindak pemeriksaan urine terkait hal tersebut dan telah mengikuti Program Mang PeDeKa Jero ternyata urineny dinyatakan reaktif metamohetamine (shabu).

4. Brigadir CAP, Bintara Polrestabes Palembang, yang bersangkutan kasus narkoba, putusan Pengadilan Negeri Palembang dijatuhi hukuman penjara selama 6 (enam) tahun dan membayar denda sebesar Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar) dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan.

Halaman
12
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved