Intip Latihan Sambo Sumsel: Bak Khabib Nurmagomedov, Makin Digandrungi Anak Muda

Atlet Sambo di Palembang sendiri tersebar di Poligon ada 21 atlet, Seduduk Putih 24 orang. Total sekitar 50 orang di Kota Palembang. Sedangkan total a

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: RM. Resha A.U
DOK.PP PERSAMBI
Ketum PP Persambi Krisna Bayu (kanan) memperagakan teknik bantingan dalam sesi latihan. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kendati terbilang baru, cabang olahraga beladiri modern Sambo cepat berkembang dan digandrungi anak muda, termasuk di Sumatera Selatan.

Hal itu mulai menjamur sejak adanya pertandingan Mix Martial Art (MMA) yang sering ditayangkan di stasiun televisi swasta.

Apalagi beberapa waktu yang lalu, muncul tokoh MMA yang bertarung di UFC, yakni Khabib Nurmagomedov.

"Perlu dijelaskan di sini Beladiri Sambo merupakan Cabang Olahraga baru di Sumatera Selatan yang terdiri dari dua kategori Sport Sambo, dan Combat Sambo," ungkap Sekretaris Umum Pengprov Persambi (Persatuan Sambo Indonesia) Sumsel, Drs Ahmad Yani SH Dipl IWUF kepada Sripoku.com, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Pebulutangkis Denmark Puji Kenikmatan Mie Instan Indonesia, Diunggah di Medsos

Baca juga: Viral Video Ancam Kakak Ipar Pakai Parang, Pria Ini Pasrah Diamankan Jatanras Polda Sumsel

Bahkan Ahmad Yani yang selama dikenal sebagai dedengkot olahraga beladiri Wushu, kini lebih menekuni dan mengembangkan beladiri asal Rusia ini.

Ia menjelaskan, untuk Sport Sambo, lebih mengarah fokus bantingan-bantingan dan kuncian. 

Sedangkan Combat Sambo lebih dominan pada tendang, pukulan, banting, dan kuncian.

"Atau boleh dibilang Combat Sambo adalah pertandingan MMA (Mix Martial Art) amatir. Dan boleh berbangga hati kami selaku praktisi olahraga beladiri Sambo bahwa Sambo Combat ini merupakan pertandingan mix martial art pertama di dunia," jelas Yani.

Dan itu menururnya sangat menarik, sangat menantang bagi rekan-rekan praktisi cabor disiplin beladiri lain karena di situ melibatkan tendangan, pukulan, bantingan, dan kuncian.

Baca juga: Klinik Kecantikan Amaze Skincare Dermaholic Pindah ke Basuki Rahmat, Teknik Laser Makin Beragam

Baca juga: Satu dari Tiga Anak Kekurangan Zat Besi, Hambat Generasi Emas 2045 Indonesia

"Jadi rekan-rekan yang menyangkut masalah lebih fokus di dalam pukulan, bisa ikut, bisa bergabung, yang fokus dengan tendangan juga bisa bergabung. Apalagi yang memfokuskan pada bantingan dan kuncian," jelas Yani yang juga menjabat Waketum 1 KONI Sumsel.

Diakui Yani, untuk perkembangan Sambo ini cukup berkembang atau menantang bagi rekan-rekan praktisi beladiri lain utamanya nomor kategori combat.

"Yang membuat cepat berkembang digandrungi anak muda itu kategori Combat yang ada tayangan di TVone dan I-News TV. Hanya bedanya di Sambo pakai pengaman karena sifatnya amatir. Pakai pelindung dari lutut ke bawah. Terpenting pakai pelindung kemaluan," kata Yani yang juga pelatih utama merangkap wasit dan juri cabang olahraga beladiri Sambo.

Sambo ini mulai berkembang di Sumsel pada Tahun 2018 dengan Pusat Latihannya di JSC (Gedung Ranau dan Tribun Tribun Stadion GSJ).

"Karena waktu itu mau ikut Seleknas SEA Games 2017 latihannya dilakukan setiap hari. Namun pada masa pandemi covid 19 sekarang ini latihannya hanya dua hari, Kamis Sore dan Minggu pagi," terangnya.

Baca juga: Satu dari Tiga Anak Kekurangan Zat Besi, Hambat Generasi Emas 2045 Indonesia

Baca juga: PPPK 2021 Bakal Dikontrak Berapa Tahun? Simak Penjelasan dari Pemerintah, Ini Syarat Daftarnya

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved