20 MENIT Terbang, Tercium Bau Terbakar, AC Pun Mati Penumpang Panik:'Semua Atas Kehendak Allah'
Ustaz Syafiq berpikir bila memang saat itu pesawatnya mengalami kecelakaan dan terjatuh, masih ada anak yang mendoakannya.
Kala itu ia bersyukur sebab salah satu anaknya tidak ikut dalam perjalanan itu.
Ustaz Syafiq berpikir bila memang saat itu pesawatnya mengalami kecelakaan dan terjatuh, masih ada anak yang mendoakannya.
"Seorang muslim hedaklah yakin bahwa musibah yang terjadi sudah ditetapkan ole Allah. Tidak ada musibah apapun melainkan sudah izin Allah," ujarnya.
Tak lama pesawat pun perlahan turun dan akhrinya berhasil mendarat.Dirinya pun bersyukur masih bisa selamat dalam penerbangan mengerikan itu.
Dirinya berpesan kepada siapa pun untuk selalu membaca doa, hati-hati dan pasrah saat melakukan perjalanan.
Baik itu perjalanan darat, laut maupun udara. Karena bila Allah sudah berkehendak, tak ada yang bisa menghalangi ketentuan-Nya.
Prosesi Tabur Bunga kenang Korban Sriwijaya Air SJ 182
Operasi gabungan pencarian korban Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sudah resmi diakhiri, Kamis (21/1/2021) kemarin.
Hari ini (22/1/2021) para keluarga didampingi sejumlah petugas melakukan prosesi tabur bunga di Kepulauan Seribu, lokasi jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182.
Hal itu dilakukan sebagai penghormatan terakhir untuk para korban yang sampai detik ini belum ditemukan.
Bahkan, dilansir dari siaran Kompas TV (22/1/2021), para keluarga korban yang berdatangan tak berani menatap ke laut seolah belum rela menerima kenyataan tentang anggota keluarganya yang menjadi korban Pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
Dari pantauan TribunBanten.com, video yang didapat Kompas TV itu memperlihatkan bagaimana wajah lesu dan sedih para keluarga.
Salah satunya ada pria yang memakai kemeja kotak-kotak, ia tak berani menatap ke laut, hanya mengambil senggenggam bunga lalu di lemparnya dengan mata sendu.
Pria ini bahkan tampak seperti menangis setelah melempar bunga yang kesekian dengan mata yang terlihat bengkak.
Lalu ada pria lain yang mengenakan pakaian batik hitam putih, tengah menyenderkan tubuhnya ke besi pembatas kapal dengan kepala yang menunduk ke bawah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/suakar1.jpg)