Breaking News:

Remaja Ini Lebih Empat Kali Sujud Saat Tunaikan Sholat Ashar hingga Bikin Jamaah yang Lain Curiga

Ketika menunaikan sholat ashar, warga Kecamatan Muaradua Kisam itu lebih dari empat kali sujud sehingga mengundang kecurigaan.

sripoku.com/alan
Tersangka terduga pencuri kotak amal di OKU Selatan ketika diamankan polisi. 

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Sebuah pemandangan tak biasa diperlihatkan oleh seorang remaja di salah satu masjid yang ada di Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Rabu (20/1/2021).

Ketika menunaikan sholat ashar, warga Kecamatan Muaradua Kisam itu lebih dari empat kali sujud.

Sontak, gerak geriknya itu mengundang kecurigaan sejumlah jamaah lain yang ada di dalam masjid.

Baca juga: Kerap Dihina sebagai Pelakor, Kini Jennifer Dunn Dipuji Ratu Dangdut Elvy Sukaesih: Cantik Soleha

Apalagi, di masjid itu, sudah sangat sering kehilangan kotak amal.

Karena curiga terhadap gerak gerik remaja tersebut, beberapa jamaah memutuskan melapor polisi.

Polisi yang melakukan penggeledahan menemukan sebilah pisau di pinggang remaja tersebut.

Ternyata, remaja pria itu mengaku pisau itulah yang akan ia gunakan untuk mencongkel kotak amal hingga akhirnya ia dibawa ke Mapolres OKU Selatan.

Kapolres OKU Selatan, AKPB Zulkarnain Harahap SIK, melalui Kasatreskrim, AKP Apromico, membenarkan telah meringkus remaja pria tersebut.

"Sudah kita amankan, terungkap awalnya, tersangka melakukan sholat melebihi dari 4 rokaat sehingga jamaah curiga sholat yang dilakukan pelaku, karena sebelumnya pernah kehilangan kotak amal,"ungkap Apromico, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Kelompok Suporter Sriwijaya Mania Bersuara: Minta Sriwijaya FC Pelopori Klub di Indonesia Desak PSSI

Tak hanya itu, selain tersangka pertugas turut mengamankan sebuah kotak amal milik masjid, sebilah senjata tajam (Pisau) dengan tanpa sarung dengan panjang lebih dari 20 centimeter untuk proses kelanjutan perkara.

Pelaku yang merupakan spesialis pembobol kotak amal masjid ini dijerat perihal pidana pencurian dengan pemberatan sesuai pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

"Atas perbuatannya, kita kenakan ancaman hukuman 7 tahun penjara," ujar Apromico.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved