Musibah Sriwijaya Air

MUNCUL KODE SOS Misterius, Mungkinkah dari 'Korban' Sriwijaya Air SJ 182? Basarnas Cek Lokasi

Informasi munculnya tanda SOS di Pulau Laki itu terdapat di aplikasi Google Maps.

Editor: Wiedarto
TikTok/@myworst13
Tanda S.O.S Muncul di Google Maps 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Tanda SOS dikabarkan muncul di Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Informasi munculnya tanda SOS di Pulau Laki itu terdapat di aplikasi Google Maps.

Kemudian membuat heboh para netizen dan viral di media sosial terkait munculnya tanda SOS di Pulau Laki tersebut.
Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ-128 jatuh di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang.
Namun, ketika Warta Kota mencoba di Google Maps tanda SOS di Pulau Laki tersebut sudah tidak ditemukan lagi.

Dirujuk dari Wikipedia, SOS adalah nama untuk tanda bahaya kode Morse internasional.
Tanda ini pertama kali digunakan oleh pemerintah Jerman pada 1 April 1905, dan menjadi standar di seluruh dunia sejak 3 November 1906.

Dalam kode Morse, tiga titik adalah kode untuk huruf S dan tiga garis adalah huruf O.

Dalam penggunaannya, SOS sering dihubungkan dengan singkatan kata "Save Our Ship," "Save Our Souls," "Survivors On Ship," "Save Our Sailors" "Stop Other Signals", dan "Send Out Sailors".

Sementara ketika dikonfirmasi ke pihak Basarnas pun, mereka enggan berspekulasi.

Direktur Operasi Basarnas Brigjen Rasman MS mengatakan, pihaknya belum menerima terkait kabar tersebut.
"Sampai saat ini saya belum menerima informasi tersebut, belum menerima datanya nanti akan kita cek sesuai dengan informasi yang diberikan," kata Rasman di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (20/1/2021).

Rasman menegaskan, pihaknya tidak pernah mendapatkan keterangan adanya korban yang selamat dari tragedi jatuhnya pesawat itu.

"Sampai saat ini tidak ada keterangan yang kita dapatkan bahwa ada penumpang yang hidup," tegasnya.

Menurut dia, bisa saja sinyal itu berasal dari Tim SAR yang memang berada di posko di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki.

"Jadi untuk yang tanda SOS tadi kita coba dalami ya, saya tidak mau berspekulasi apa yang ada di situ," ucap Rasman.

"Karena itu bisa saja teman-teman kita yang ada di situ. Jadi untuk diketahui tim penyelam kita ada yang berposko di Pulau Lancang, dan Pulau Laki. Mereka membuka posko itu untuk memudahkan mereka bergerak. Jadi tidak semua ada di atas kapal, mungkin itu, tapi saya tidak mau berspekulasi," lanjutnya.

Hingga Selasa kemarin, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah mengidentifikasi 40 korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Proses identifikasi terus berjalan. Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak jatuh perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021.

Awalnya, pesawat itu hilang kontak dengan Air Traffic Controller (ATC) saat terbang di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved