Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia
Peran Syekh Ali Jaber dalam Aksi 212, Sering Diundang Pengusaha H Halim ke Palembang dan Berita Hoax
Syekh Ali Jaber, pendakwah asal Madinah yang menjadi ulama kondang di Indonesia ini juga dikenal sebagai aktivis yang sangat istiqomah.
Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM - Innalillahi wa innaillahi rojiun. Pendakwah kenamaan, Syekh Ali Jaber meninggal dunia.
Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada Kamis (14/1/2021) pagi.
Hal ini terlihat langsung dari postingan Instagram sahabarnya Ustaz Ahmad Alhabsyi.
Pantauan Sripoku.com, Ustaz Ahmad Alhabsy tampak memposting foto berdua bersama Syekh Ali Jaber.
Dalam keterangan fotonya, Ustaz Ahmad Alhabsy mengabarkan kabar duka tersebut.
Syekh Ali Jaber, pendakwah asal Madinah yang menjadi ulama kondang di Indonesia ini juga dikenal sebagai aktivis yang sangat istiqomah.
Syekh Ali Jaber juga selalu mengikuti aksi membela Islam seperti 411 dan 212.
Baca juga: Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia, MUI Minta Umat Muslim di Palembang Sholat Ghaib
Ulama kondang Syekh Ali Jaber ikut ambil bagian dalam aksi Bela Islam yang digelar ratusan ribuan pengunjuk rasa di Jakarta.
Ratusan ribuan pengunjuk rasa menggelar aksi meminta penegakan hukum terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Pria kelahiran Kota Madinah, Arab Saudi itu terlihat berjalan kaki bersama ratusan ribu pengunjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada November 2015 lalu.
Namun, ada saja yang mengadu domba dengan aksi yang dilakukan oleh Syekh Ali Jaber.
Seperti tuduhan terus dilayangkan ke Syekh Ali Jaber saat fotonya bersama Presiden Jokowi seusai aksi 212.
Dalam foto tersebut Syekh Ali Jaber berfoto bersama Presiden Jokowi, tokoh Palembang H Halim dan Gubernur Sumsel H Herman Deru.
Padahal fakta sebenarnya soal foto Syekh Ali Jaber itu saat kunjungan Jokowi ke Palembang.
Begini penjelasannya!
Sabtu 24 November 2018 Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Palembang.
Agenda utama Jokowi saat itu adalah pertemuan dengan kepala desa, pendamping desa dan PKH untuk jaring pengaman desa.
Kemudian, calon Presiden RI nomor urut 01 itu, mengukuhkan pengurus Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Sumsel di The Sultan Conventional Center dengan peserta sekitar 2.600 orang.
Selanjutnya agenda Jokowi, melakukan silaturahmi dengan tokoh masyarakat Palembang, kiai, habib dan kepala daerah di kediaman Kms H Abdul Halim Ali di Jalan M Isa.
Terakhir Jokowi akan menuju ke Kabupaten Banyuasin pertemuan dengan petani karet dan kelapa sawit di Sumsel, dengan topik karet dan sawit (jalan karet dan dana replanting sawit).
Saat agenda silaturahmi dengan tokoh H Halim itulah Presiden Jokowi bertemu dengan Syekh Ali Jaber.
Syekh Ali Jaber sendiri memang kerap diundang oleh H Halim dalam acara-acara keagamaan.
Saat itu Syekh Ali Jaber diundang untuk tausiyah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama se-Sumsel di kediaman Kms HA. Halim, Sabtu (24/11/2018) malam.
Penelusuran dilanjutkan dengan menelusuri akun Instagram resmi @syekh.alijaber, akun tersebut memuat foto yang identik dengan klaim.
Baca juga: Video INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia, Setelah Positif Covid-19
Foto itu bahkan dijadikan artikel oleh sebuah website diberi judul "Syekh Ali Jaber Merapat Ke Jokowi, Alumni 212 Panas Dingin".
Foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:
"Sayang sekali banyak yg percaya hoax tanpa tabayyun
itu lah sebab kita ummat Islam tdk bisa maju2 Karena masih terlalu gambang di Adu dumba di Antara kita
innalillahi wainna ilaihi raji'un semoga info kami bisa menyadarkan kita supaya jangan percaya hoax," tulis Syekh Ali Jaber.
Jadi kesimpulannya foto Syekh Ali Jaber dan Jokowi yang menyudutkan Syekh Ali Jaber memihak pemerintah itu adalah hoax.
Tak sampai di situ, aksi penikaman yang baru terjadi pada 2020 tahun lalu juga masih disangkut pautkan dengan aksi 212.
Seperti diketahui, pelaku disebut-sebut sebagai orang dengan gangguan jiwa atau gila.
Walau demikian, Syekh Ali Jaber tidak menerima jika pelaku dianggap gila.
Syekh Ali Jaber kepada wartawan beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pelaku sangat berani dan tampak terlatih.
Merespon insiden penusukan Syekh Ali Jaber itu, Wakil Sekjen DPP PA 212, Novel Bamukmin, ikut buka suara. Ia menilai aksi tersebut merupakan teror terstruktur terhadap ulama.
"Percobaan pembunuhan Syeikh Ali Jaber adalah rangkaian dari teror atau penyerangan terhadap ulama-ulama (Indonesia, red)," katanya kepada wartawan, kemarin.
Lanjutnya, ia mengungkapkan bahwa diduga pihak penyuruh penikam Syeikh Ali Jaber merupakan satu kelompok dengan pelaku kasus kriminalisasi ulama yang saat ini masih ditutup-tutupi di Indonesia.
Terlebih, Syeikh Ali Jaber sendiri pernah terlibat langsung dalam aksi bela Islam yang ke-2 dalam kasus penghinaan Al-Quran yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
"Diduga masih satu rangkaian terhadap kriminalisasi ulama. Kuat diduga penyerangan kali ini masih terkait dalam pembungkaman ulama-ulama yang lurus dalam menyampaikan kebenaran," ungkapnya.
"Itu untuk menakut-nakuti ulama dalam membungkam dakwahnya. Ini sudah terencana dengan modus yang sama," ujarnya.
Baca juga: Penyebab Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia Sebenarnya, Bukan Positif Covid-19, Meninggal 08.30 WIB
Namun, dalam peristiwa tersebut, Syekh Ali Jaber menolak jika peristiwa penyerangannya dikaitkan dengan masalah perbedaan politik maupun perbedaan aliran.
Dia mengaku selama 12 tahun berdakwah di Indonesia, tidak pernah menyinggung masalah khilafiyah dan tidak pernah mendapat celaan di media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan Ali Jaber dalam tayangan talksow TVOne, untuk meluruskan opini yang tengah dibangun Haikal Hassan.
“Alhamdulillah, 12 tahun berdakwah di sosmed hubungan saya baik dengan tokoh manapun, selalu menjaga perasaan umat, dan saya selalu memimpin umat menjaga kedamaian
Bahkan sekarang ditugaskan di Pilkada serentak, daerah konflik mendamaikan umat, saya dikirim ke Sumbawa, Bima Lombok Pontianak hingga Kalimantan.
Selama ini silahkan cek tausiyah saya, tidak pernah ada tema-tema kekerasan yang membahayakan.
Termasuk kelompok-kelompok lain walau berbeda pandangan, saya tidak pernah mengangkat masalah khilafiyah, perbedaan.
Justru kebersatuan selalu saya angkat semangat damai mencintai memuliakan sesama, bersatu,” ungkapnya.
Dia pun menegaskan bahwa peristiwa penyerangan terhadap dirinya jangan dikaitkan dengan 212 dan aksi politik manapun. Dia justru saat ini sering mengisi acara tablig akbar yang digelar oleh Kepolisian Daerah.
“Dua belas tahun ini saya banyak menghadiri undangan tablig akbar di daerah daerah, khususnya Polda. Jadi jangan adu domba.
Saya tidak mau dikaitkan dengan 212 dan aksi politk manapun. Yang terjadi sama say jangan disamakan dengan tokoh-tokoh agama lain.
Saya pastikan dia (pelaku) bukan gangguan jiwa, dia berani dan berlatih, punya kekuatan dan tusukan cukup dalam,” ungkap Syekh Ali Jaber.
Baca juga: Kesedihan Mendalam Raffi Ahmad Mendengar Kabar Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia, Tulis Hal Pilu di IG