Breaking News:

Sambut Baik Izin EUA Vaksin Sinovac, Ini Imbauan Prof Yuwono, Ahli Mikrobiologi Sumsel

Vaksin Sinovac mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) kepada PT Bio Farma

JOEL SAGET / AFP
Ilustrasi vaksin Pfizer/Biontech, diambil pada 23 November 2020 

Laporan wartawan Sripokuu.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Vaksin Sinovac mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) kepada PT Bio Farma, dengan dinyatakan memiliki efikasi 65,3 persen, dari segi keamanan dinyatakan aman. 

Ahli Mikrobiologi Sumsel sekaligus Direktur RS Pusri, Prof Dr dr Yuwono M Biomed mengaku sebagai dokter menyambut baik dengan adanya izin EUA Vaksin Sinovac ini.

Hal ini karena setidaknya dapat memberikan harapan bagi masyarakat mengenai penanggulangan pandemi Covid-19 ini.

Oleh karena itu, Prof Yuwono meminta masyarakat untuk tenang dan mengikuti arahan pemerintah terkait vaksinasi yang akan dilakukan nantinya.

"Kita apresiasi pemerintah Sumsel, sampai saat ini bisa membuat tenang masyarakat dengan tidak adanya larangan penolakan vaksin, dan memberikan contoh teladan," ujarnya, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Lolos Babak 32 Besar di Thailand Open, 8 Wakil Indonesia Berebut Tiket Menuju 16 Besar

Baca juga: 8.201 KPM Tak Dapatkan Bantuan Sosial Tunai, Ternyata NIK Bermasalah Penyebabnya

Baca juga: Anggota DPR Ini Blak-blakan Tolak Vaksinasi: Mending Saya Jual Mobil Bayar Denda: Ini Alasannya

Selain itu, dirinya mengapresiasi pemerintah yang tidak membuat peraturan hukuman bagi masyarakat yang menolak vaksin. Menurutnya, hal ini sesuai dengan pernyataan WHO yang tidak memperbolehkan negara, untuk mewajibkan vaksin bagi warganya dan juga adanya UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009.

Oleh karena itu, dia menyarakankan vaksinasi mengedepankan asas prioritas dan selektif, dengan mendahulukan urutan orang yang mesti menerima vaksin.

Juga selektif dengan melakukan screening orang yang layak divaksin atau tidak, sedang sakit atau adanya komorbid.

"Karena kita mendapatkan izin vaksin EUA, sudah seharusnya prioritasnya orang yang sudah paham tentang Covid-19, maka urutannya memang benar prioritas tenaga kesehatan dan pejabat publik," ujarnya.

Disamping itu semua, dengan adanya vaksinasi bukan berarti masyarakat dapat melepaskan kebiasaan yang sudah dilakukan selama masa pandemi, tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Penulis: maya citra rosa
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved