Berita Palembang
Niat Kredit Mobil Berujung Petaka, DP Melayang, Mobil Dibawa Orang, Sarwedi Diteror Debt Collector
Impian memiliki mobil sendiri kini berubah menjadi mimpi buruk bagi Sarwedi (34). Warga Jalan DI Panjaitan
Ringkasan Berita:
- Malangnya nasib Sarwedi uang muka (DP) miliknya raib, mobil dibawa lari orang lain, dan kini ia harus bersembunyi dari kejaran penagih utang (debt collector).
- Ia akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Palembang.
- Laporan Sarwedi kini telah resmi diterima oleh pihak kepolisian. KA SPKT Polrestabes Palembang,
SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Impian memiliki mobil sendiri kini berubah menjadi mimpi buruk bagi Sarwedi (34). Warga Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Palembang ini harus menghadapi kenyataan pahit, uang muka (DP) miliknya raib, mobil dibawa lari orang lain, dan kini ia harus bersembunyi dari kejaran penagih utang (debt collector).
Merasa terjepit dan dirugikan secara materi hingga ratusan juta rupiah, Sarwedi akhirnya mendatangi Mapolrestabes Palembang pada Sabtu (10/1/2026) pagi untuk melaporkan dugaan penipuan yang dialaminya.
Kisah pilu ini bermula pada pertengahan Agustus 2025. Saat itu, Sarwedi berencana mengambil kredit mobil melalui perantara berinisial RB.
Sebagai tanda jadi, Sarwedi menyerahkan uang DP sebesar Rp 9 juta.
Namun, saat unit mobil tersebut keluar, RB tiba-tiba meminta tambahan uang DP sebesar Rp 9 juta lagi, sehingga total menjadi Rp 18 juta.
Sarwedi yang saat itu tidak memegang uang tunai sebesar itu pun merasa bingung. Di saat itulah, RB menawarkan sebuah solusi yang tampak menggiurkan namun ternyata menjadi awal dari jebakan.
"Terlapor (RB) menawarkan diri untuk menambahi kekurangan DP tersebut dengan syarat mobil itu dia yang pakai dan dia yang meneruskan kreditnya, padahal kontraknya atas nama saya," ungkap Sarwedi dengan nada lesu di hadapan petugas polisi.
Setelah mobil keluar, kenyataan tidak seindah janji RB. Bukannya mengembalikan seluruh DP awal milik Sarwedi atau membayar angsuran dengan lancar, RB justru hanya mengembalikan uang sebesar Rp 3 juta kepada Sarwedi.
Lebih parah lagi, RB diketahui hanya membayar angsuran kredit mobil tersebut selama satu bulan saja.
Setelah itu, RB menghilang bersama mobil tersebut, sementara tagihan terus berjalan atas nama Sarwedi.
Dampaknya kini sangat terasa bagi kehidupan Sarwedi. Karena secara administrasi ia adalah debitur resmi, para debt collector leasing pun kini gencar mengejarnya.
"Saya sekarang dicari-cari oleh kolektor leasing, disuruh bayar kredit mobil itu. Total kerugian saya mencapai Rp 199 juta. Itulah sebabnya saya lapor ke sini," tambahnya.
Laporan Resmi Diterima Kepolisian
Laporan Sarwedi kini telah resmi diterima oleh pihak kepolisian. KA SPKT Polrestabes Palembang, Iptu Sugriwa, melalui Pamapta Ipda Ammar, mengonfirmasi adanya laporan terkait dugaan penipuan tersebut.
"Laporan korban sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas Satreskrim Polrestabes Palembang, khususnya Unit Pidsus, untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar Ipda Ammar.
| Penemuan Mayat Mr X Bikin Heboh Warga 8 Ilir Palembang, Posisi di Rumah Kosong, Ini Ciri-cirinya |
|
|---|
| Seorang Pengunjung Diskotik DA Palembang Meninggal, Viral Beredar Karena Overdosis, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Tegakkan Larangan Truk Batubara di Jalan Umum, DPRD Sumsel Tuntut Action Nyata dan Tindakan Tegas |
|
|---|
| Remaja Cewek di Palembang Kena Bujuk Rayu Pacarnya Saat Rumah Sepi, Orang Tua Pilih Lapor ke Polisi |
|
|---|
| Galeri Lapas Perempuan Kelas II A Palembang Terbakar, Diduga Korsleting Listrik dari Mesin Blower |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Sarwendi-melapor.jpg)