Breaking News:

Basarnas Lanjutkan Pencarian CVR, Setelah Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan FDR

Tim SAR gabungan akan terus melakukan pencarian satu bagian penting lainnya dari black box, yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR).

https://ekonomi.kompas.com/
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat memberikan keterangan pers penemuan Black box Lion Air JT 610 di Tanjung priuk JICT 2, Jakarta Utara, Kamis (1/11/2018). Black box ditemukan di lokasi berjarak 400 meter dari lokasi terakhir hilangnya Lion Air JT 610 dengan kedalaman 30 meter. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) 

SRIPOKU.COM, JAKARTA  - Kepala Badan SAR Nasional ( Basarnas) Marsekal Madya (Purn) Bagus Puruhito mengatakan tim SAR gabungan akan terus melakukan pencarian satu bagian penting lainnya dari black box, yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR).

Sebelumnya Bagus mengapresasi tim SAR gabungan telah menemukan Flight Data Recorder (FDR) black box pesawat Sriwijaya Air SJ 182, pada Selasa (12/1/2021) sore.

Namun, selain FDR, ada satu bagian penting lainnya dari black box, yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR), belum ditemukan.

"Tentu ke depan kita masih akan melanjutkan upaya pencarian ini untuk evakuasi korban. Kemudian untuk mengevakuasi material yang ada di dalam lokasi tersebut. Demikian juga pencarian terhadap CVR," kata Bagus, dalam konferensi pers di JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa.

CVR merupakan perekam suara di kokpit, sedangkan FDR adalah perekam data penerbangan.

Selain FDR, tim SAR gabungan juga mengevakuasi 24 kantong jenazah dan satu kantong berisi partikel pesawat.

"Kami tetap mohon bantuan dan dukungan dari Panglima TNI, Polri, dan seluruh stakeholder terkait. Dan mudah-mudahan pelaksanaan operasi SAR ini berjalan dengan lancar dan bisa segera kita tuntaskan dengan baik," ucap Bagus.

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan kronologi penemuan FDR dari black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Diakatakan pukul 14.00, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono, melaporkan tim penyelam sudah menemukan FDR.

Namun, setelah diangkat ke permukaan, ternyata penemuan awal tersebut baru berupa pecahan perangkat FDR.

"Saya sampaikan kepada KSAL agar terus dicari FDR yang kemungkinan besar masih di wilayah yang menjadi perkiraan sebelumnya," ujar Hadi.

Maka, Tim penyelam pun kembali melakukan operasi pencarian di sekitar titik temuan awal. Setelah tiga jam, FDR ditemukan.

"Pukul 16.40 menit KSAL melaporkan kembali bahwa FDR sudah ditemukan," kata Hadi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Basarnas Lanjutkan Upaya Pencarian "Cockpit Voice Recorder" Sriwijaya Air SJ 182",

Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved