Sriwijaya Air
Pengamat : Diduga Elevator Sriwijaya Air Copot, Hanya Ada 2 Menit dan Pilot Tak Bisa Berbuat Banyak
Hingga hari ini, tidak ada pihak pun yang bisa mengungkap penyebab jatuhnya pesawat komersial Sriwijaya Air dalam penerbangan Jakarta-Pontianak.
SRIPOKU.COM—Hingga hari ini, tidak ada pihak pun yang bisa mengungkap penyebab jatuhnya pesawat komersial Sriwijaya Air dalam penerbangan Jakarta-Pontianak.
Seperti diberitakan banyak media massa, Sabtu siang (9/1) kecelakaan pesawat terbang Sriwijaya Air yang jatuh di sekitar Kepulauan Seribu.
Mengutip Intisari-Online.com menyebutkan bahwa Indonesia baru saja berduka terkait berita adanya kecelakaan pesawat terbang Sriwijaya Air yang jatuh di sekitar Kepulauan Seribu.
Pesawat ini hilang kontak setelah 4 menit terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta tujuan Pontianak, Kalimantan.
Hasil pencarian tim penyelam Kopaska TNI AL, Mayor Laut Edi Tirtayasa mengatakan bahwa pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ditemukan dengan kondisi hancur berkeping-keping di tempat penyelaman sekitar Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.
Adapun bagian pesawat yang ditemukan antara lain berupa pecahan ban pesawat, pelampung penumpang, bagian kelistrikan pesawat, bagian badan pesawat warna biru merah, moncong pesawat, dan bagian pesawat lainnya.
Pengamat penerbangan, Andi Isdar Yusuf, menduga pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu (9/1/2021) lalu disebabkan karena elevator pesawat yang copot.
Copotnya elevator tersebut, kata dia, terjadi setelah pesawat berada di ketinggian ribuan meter.
Pilot pesawat pun tak bisa berbuat banyak jika kompartemen penting dalam penerbangan itu copot.
“Dugaan saya, elevator Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 copot."
"Ini kompartemen penting dalam pesawat."
"Kalau ini copot, pilot tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Andi Isdar Yusuf dikutip dari Tribuntimur.com pada Senin (11/1/2021).
Menurut Andi, pilot pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hanya mempunyai waktu dua menit jika elevator pesawat itu copot.
Sebab, setelah itu pesawat akan terjun bebas jatuh ke laut.
Situasi tersebut pun, kata Andi, berlangsung sangat cepat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/anggar-sriwijaya-air.jpg)