Fakta Gempa Bengkulu dan Aceh Akibat Deformasi Batuan, Warga Pagaralam Terdampak, Panik Keluar Rumah

Sebab, akibat gempa tektonik dengan magnitudo 5,7 itu tak hanya mengguncang warga di Bengkulu, tetapi hingga ke Pagaralam dan Empat Lawang

Editor: Hendra Kusuma
IST
Fakta Gempa Bengkulu dan Aceh Akibat Deformasi Batuan, Warga Pagaralam Terdampak, Panik Keluar Rumah 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Kabar terkini dari Fakta Gempa Bengkulu dan Aceh terungkap, uniknya gempa berbeda tempat itu memiliki kesamaan yakni Akibat Deformasi Batuan.

Dampak dari gempat di kedua wilayah itu merembet ke beberapa bagian termasuk di Sumatera Selatan khususWarga Pagaralam Terdampak, bahkan saat gempat Bengkulu berlangsung, warga di Pagaraman Panik Keluar Rumah.

Sebab, akibat gempa tektonik dengan magnitudo 5,7 itu tak hanya mengguncang warga di Bengkulu, tetapi hingga ke Pagaralam dan Empat Lawang pada Kamis (7/1/2020) pukul 00.28 WIB diri hari.

Seperti apa gempa di Bengkulu sehingga membuat warga di Pagaralam terdampak gempa itu?

Menurut Daryono, berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa Bengkulu ini termasuk dalam klasifikasi gempa menengah akibat adanya deformasi batuan pada slab Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke bawah Lempeng Eurasia sehingga mengakibatkan getaran keras, meski tak ada potensi tsunami.

Hal ini buktikan dengan keterangan dari Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan bahwa, wilayah Bengkulu dan sekitarnya diguncang gempa tektonik dengan magnitudo 5,7 pada hari Kamis, 7 Januari 2021 pukul 00.28.35 WIB.

Dijelaskan bahwa, Episenter gempa Bengkulu ini terletak pada koordinat 4,44 LS dan 102,51 BT tepatnya di laut pada jarak 40 km arah Selatan Kota Tais, Kabupaten Seluma, Bengkulu, pada kedalaman 64 kilometer.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergeseran naik (thrust fault)," ujarnya.

Akibat dampak dari gempa bumi di Bengkulu, itu, salah satu warga kota Pagaralam, Zulkarnain mengatakan pada saat getaran itu terjadi yang berdurasi kurang lebih 1 menit membuat dia dan keluarganya panik, bahkan warga sekitar pun demikian, hingga sempat keluar rumah untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

“Kejadian gempa sekitar pukul 00.28 WIB, membuat saya dan keluarga panik. Gempa yang kurang lebih berdurasi 1 menitan sempat membuat kami keluar dari rumah,” ujarnya.

Namun menurut Zulkarnain kejadian itu hanya berupa getaran saja dan tidak ada kerugian apapun, semua selamat.“Alhamdulillah kalau tidak ada kerusakan ataupun yang memakan korban,” katanya.

Seperti diketahui, Untuk diketahui BMKG dalam rilisnya menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Mereka meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Dikatakan Daryono, bahwa, berdasarkan pemodelan shake map dan laporan masyarakat, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Kota Bengkulu IV-V MMI menyebakan beberapa warga terbangun dari tidur.

Semetara itu beberapa daerah yang terdampak yakni, daerah Manna IV MMI, Kepahiang III-IV MMI, Lubuk Linggau, Pagar Alam, Argamakmur, Rejang Lebong, Bengkulu Tengah, dan Lahat III MMI, Pesisir Barat dan Liwa II-III MMI. Belum ada laporan kerusakan akibat gempa dan gempa ini tidak berpotensi tsunami

Maka itu, diungkapkan pukul 01.00 WIB pagi dini hari ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved