Breaking News:

Penjualan Vaksin Covid-19 Palsu Marak di AS & Jepang Dapat Ganggu Kesehatan, Waspada Situs Gelap

Penjualan dan penyelundupan vaksin Virus Corona palsu oleh sindikat kejahatan mulai marak di Amerika Serikat dan Jepang.

Editor: adi kurniawan
Istimewa
Ilustrasi Vaksin Covid-19 

SRIPOKU.COM -- Penjualan dan penyelundupan vaksin Virus Corona palsu oleh sindikat kejahatan mulai marak di Amerika Serikat dan Jepang.

"Penjualan vaksin palsu oleh sindikat kejahatan sudah mulai muncul seperti di Amerika dan penyelundupan vaksin pun telah dilakukan ke Jepang. Tentu dengan maksud cari untung, namun tentu saja ilegal dan harus kita lawan serta kehati-hatian tinggi menghadapinya," papar sumber kepolisian Jepang kepada Tribunnews.com, Minggu (3/1/2021).

Menurut Interpol, pandemi Virus Corona telah membuat kejahatan menjadi lebih besar dari sebelumnya.

Seiring dengan semakin maraknya vaksin di masa depan, pencurian vaksin dan penjualan vaksin palsu oleh organisasi kriminal di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat.

Saat pergerakan orang meningkat lagi di masa depan, penjualan alat uji yang tidak sah dan curang akan meningkat lebih jauh.

Pasalnya, banyak daerah yang mewajibkan pengajuan sertifikat negatif.

Oleh karena itu, setiap negara diwajibkan untuk memastikan keamanan dalam rantai pasokan dan mendeteksi situs gelap yang menjual produk palsu.

Beberapa vaksin palsu dan pengobatan palsu dapat mengganggu kesehatan secara signifikan.

Baca juga: Daftar Nama Pemain Sriwijaya FC yang Dilepas dan Diperpanjang Kontraknya Jelang Liga 2 Indonesia

Baca juga: Syeh Ali Jaber Bicara Jika Allah Berkehendak Lain, Tinggal Wasiat Khusus Kepada Anaknya

Baca juga: Ustaz Abubakar Baasyir Bebas 8 Januari dari Penjara, Rizieq Shihab Masuk

Situs gelap untuk penjualan vaksin palsu menurut surat kabar Inggris "Financial Times", sudah ada di sejumlah situs gelap yang menjual vaksin palsu di Amerika Serikat.

Di satu tempat, vaksin yang dikirim dengan "hati-hati" dalam kemasan ganda dihargai sekitar 250 dolar AS dan dijual seharga 20 dolar AS.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved